PecintaKpopIndo

“Ada yang salah denganmu hari ini.” Kata Seohyun di kantin.

“hmm?”  gumamku.

“Aku memperhatikanmu sejak pagi. Kau aneh, tidak bersemangat. Tidak bergairah. Seperti orang mati. Ada apa? Ceritakan padaku.” Katanya santai.

“aku hanya….. arggghh” jawabku frustasi sambil mengacak-acak rambutku sendiri.

“Ada apa sih? Kalau kau hanya mengacak-acak rambutmu tidak akan membuatku tahu apa yang kau alami!” Omel Seohyun.

“Habis aku bingung. Ini tentang Kyuhyun dan Cheondung.” Ujarku akhirnya….akhirnya.

“Kyuhyun? Kan sudah kukatakan, dia hanya seorang idola, kau hanya fans. Hanya itu, sebatas itu. Tidak lebih. Ingat itu Soo…” Jelas Seohyun.

“Bukan itu masalahnya! Ini bukan hanya hubungan antar idola dengan fans-nya! Apa kau berpikir seseorang yang punya banyak fans lebih memilih seseorang yang baru dikenalnya untuk dihubungin dibandingkan dengan fans setianya bertahun-tahun yang selalu mengikuti kemanapun perginya dia?” ucapku panjang lebar.

“Maksudmu?” tanya Seohyun.

“Kau masih tidak mengerti. Kyuhyun! Personil Boyband tersohor Super Junior sudah menghubungiku belakangan ini.”  Ucapku akhirnya.

‘Brukk’

Bunyi tempat makan Seohyun yang terjatuh.

“aku..aku tidak tahu harus bicara apalagi…” kata Seohyun  tergagap. “kau..kau punya kharisma yang membuat para lelaki idola itu menyukaimu.” Ujar Seohyun.

“Bicaramu terlalu jauh. Aku hanya terlihat berbeda bagi mereka mungkin.” Ucapku lesu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Apa kau berpikir dia menukar buku itu dengan sengaja untuk bisa berhubungan denganmu?” tanya Seohyun setelah aku menceritakan semua yang telah terjadi antara aku dan Kyuhyun.

“Aku tidak berpikir sampai kesitu. Tapi aku rasa itu tidak disengaja. Bagaimana dia tahu kalau di dalam bukuku ada nomor ponselku yang bisa dihubungi?” ucapku.

“Apa kau lihat bagaimana posisi bukumu saat kalian terjatuh? Apa kau ingat?” tanya Seohyun lagi.

“Ingat? Melihatnya pun tidak, buku itu pun diberikan langsung oleh Kyuhyun sendiri, jadi bukan aku yang mengambilnya dari lantai.”

“Naaaah, itu sudah cukup jelas menyatakan kalau dia sengaja menukarkan buku kalian agar tetap bisa  berhubungan denganmu. Lalu, untuk ukuran orang asing kenapa dia bisa rela membayarimu makan direstoran super mahal seperti itu?”

“Dia orang kaya kan? Tanpa berada di Super Junior pun dia sudah kaya. Itu yang kudengar. Lagipul dia pernah bilang kalau dia tidak menyukai anak sekolahan, jelas-jelas aku masih bersekolah, dia pasti tidak menyukaiku.” Jawbaku.

“Setidaknya tidak untuk mentraktirmu makan di restoran seperti itu! Sooyoung, sadarlah! Kau tidak semudah itu didapatkan sehingga dia berusaha keras seperti itu. Itu hanya sebuah majas, majas ironi! Mengucapkan sebuah kebohongan,” Ucap Seohyun dengan semangat. “Kau itu pantas untuk diperebutkan, maksudku, tidak heran banyak lelaki keren yang suka padamu.”

“Tetapi kenapa tidak ada yang normallllll~” Kataku merajuk. “Aku tidak pernah berharap seorang idola yang ada didekatku. Bahkan mereka tidak akan sedekat itu denganku.”

“Kau ingat bagaimana Cheondung menginginkanmu untuk hadir dalam acara Music Core? Bagaimana dia dengan sangat berniat memasukkan nomor ponselnya ke ponselmu? Padahal kalian baru saja kenal, bahkan kau sangat jutek padanya. Saat kau tiba ke waiting room Mblaq, perlakuannya sangat manis kepadamu, dia tidak melakukan hal yang sama padaku, saat aku tiba lebih dulu.” Jelas Seohyun panjang lebar.

“Jadi kau iri? Tapi dia juga menginginkanmu datang ke acara Music Core kan?” tanyaku.

“Hey, bukan begitu, itu hanya perbandingan antara kau dengan wanita lain. Dia tahu, kalau aku tidak datang, maka kau juga tidak. Kalian benar-benar lugu.” Ujar Seohyun.

Aku hanya terdiam. Aku tidak pernah berpikir sejauh apa yang Seohyun pikirkan.

Dan seandainya apa yang dikatakan Seohyun benar, aku tidak tahu harus mengambil tindakan apa.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari ini Cheondung memang tidak masuk karena ada jadwal syuting, itu yang kudengar. Dan hari ini sebelum benar-benar pulang kerumah aku dan Seohyun memutuskan untuk pergi ke perpustakaan nasional yang berada tidak jauh dengan sekolah kami.

“kau yakin itu buku yang kita butuhkan?” tanyaku.

“Iya, dibuku ini dijelaskan dengan sangat jelas sejarah-sejarah pada masa perang dunia pertama. Kita sudah pasti butuh buku ini.” Ucap Seohyun semangat.

“Yaya, terserah kau sajalah.”

‘Kriiiinggg….’ ‘Kriiiiingggg…’

“Aish, siapa sih yang telpon.” Gerutuku.

Kilat.

“Halo..” sapaku lebih dulu sambil berbisik, ini perpustakaan umum, kita harus menjaga privasi orang dengan tidak berisik.

Hai Soo, apa aku mengganggumu?” tanya lebih dulu, kurasa dia menyadarinya karna aku berbicara berbisik.

“Hmm, tidak terlalu, ada apa?”

Apa kau sudah pulang sekolah?” tanyanya lagi.

“Sudah, sudah. Tapi aku dan Seohyun sedang di perpustakaan nasional. Ada apa?” tanyaku sekali lagi.

Oh ya, aku hanya ingin menanyakan PR untuk besok, mungkin aku akan masuk besok.

“Kau masuk besok? Baguslah, karna kita ada tugas kelompok sejarah, karna kau tidak masuk dan tidak ada orang sisa akhirnya guru menyuruhmu untuk masuk kekelompok kami. Tapi kamu harus tahu, aku dan Seohyun bukan orang yang gampang, yang mau mengerjakan tugas orang lain begitu saja. Jadi kau harus ikut mengerjakan tugas ini bersama kami.” Jelasku.

Kau ini….aku bahkan belum bicara apapun….. aku pasti akan ikut membantu kalian untuk mengerjakan tugas kok, tenang saja. Mungkin ada yang bisa aku lakukan disini untuk membantu mengerjakan tugasnya, tentang apa tugas itu?

“Tentang Perang dunia pertama, kau bisa?” Tanyaku.

Akan kuusahakan. PR yang lain?

“Hanya itu, tadi hanya ada tugas yang langsung dikumpulkan, jadi kurasa kau tidak peerlu mengerjakannya.” Jawabku.

Hmm, baiklah kalau begitu. Rasanya sedih ya tidak masuk sekolah sehari, aku sudah merindukanmu, ah, aku juga rindu pada Seohyun maksudnya. Yaaa aku rindu kalian berdua.” Katanya.

Aku tahu dia sempat membuat kesalahan.

“Hahaha, kalau kau juga rindu pada Seohyun kenapa tidak menelpon Seohyun juga?” tanyaku.

ah itu, aku yakin pasti kau sedang bersama Seohyun, jadi kau pasti akan menyampaikan salamku, benar kan?” katanya.

“Yayaya, baiklah.” Jawabku

Yasudah, aku tutup teleponnya ya, semangat untuk kalian berdua. Sampai ketemu besok disekolah.” Ujarnya.

“Sampai jumpa.”

Teleponpun berakhir

“Cheondung?” tanya Seohyun yang daritadi hanya memperhatikanku berbicara dengan ponselku. Aku mengangguk.

“Dia merindukanmu atau aku?” tanyanya lagi.

“Dua-duanya.” Jawabku.

“Jika tidak ada aku, tentu hanya kau yang dirindukannya.” Kata Seohyun tersenyum.

“bicara apa kau ini.” Kataku mencubitnya.

“Hahaha, yasudah, aku mau ke sana ya. Kau lihat-lihat saja dulu. Oke?”

Aku mengangguk.

Akupun segera mengelilingi perpustakaan yang sangat luas ini, sampai aku tidak sadar menabrak sesuatu, tepatnya menendang sesuatu. Kaki orang.

“Ah, astaga maafkan aku.” Kataku lalu menghampiri orang yang sedang tertidur itu.

Apa yang orang ini pikirkan? Tidur di perpustakaan? Dan menggunakan kacamata hitam?

Segera kulambaikan tanganku kedepan matanya. Diapun terbangun.

“Hoahh.. apa yang terjadi?” tanyanya. Suara ini.

“Kau?” kataku lalu mengambil kacamata yang dikenakannya.

Benar, Kyuhyun.

Apa yang dilakukannya ditempat ini?

“Sedang apa kau disini?” tanyaku.

“tidur sampai akhirnya ada seorang gadis yang membangunkanku.”  Ucapnya lemas, persis seperti orang baru bangun tidur.

“Maafkan aku, kurasa bukan ide yang bagus untuk tidur disini.” Ujarku.

“Ini tempat paling nyaman. Sepi, tidak ada keramaian. Oiya, beruntung aku bisa bertemu denganmu disini. Rasanya lama sekali tidak bertemu denganmu.” Ucapnya.

“Ada apa denganmu? Apa kau sakit? Bicaramu sangat aneh.” Kataku lalu menyentuh dahinya, tidak dia tidak sakit. Setidaknya itu yang kurasakan ditanganku.

“Aku tidak sakit.” Katanya melepaskan tanganku dari dahinya.

“Makanya jangan bicara yang aneh-aneh. Hmmm, lalu kapan kau akan bangun dari situ? Semakin lama kau tidur disitu semakin banyak orang yang merasa bersalah karena telah menendang kakimu.” Kataku.

“sampai ada seseorang yang mau membantuku untuk berdiri.” Katanya.

Segera aku bangkit dari posisiku yang setengah duduk dan mengulurkan tanganku padanya. Diapun mengambil tanganku sebagai pegangannya untuk bisa berdiir. Ketika aku menariknya dia berdiri, namun seperti ada pantulan yang kuat sehingga badan kami sangat dekat, bahkan menempel, dan posisi kami seperti posisi orang yang berpelukan.

“Soo..Sooyoung…” ucap seseorang, Seohyun.

Aku segera menoleh dan melepaskan posisi kami itu dan menghampiri Seohyun.

“Itu tidak sengaja, sungguh. Aku hanya membantunya untuk berdiri. Tidak seperti yang kau pikirkan.” Kataku menjelaskan.

Seohyun mengangguk dengan mulut menganga.

“Hai, aku kyuhyun.” Ucap Kyuhyun dari belakangku seperti orang bingung yang menggaruk-garuk bagian belakang kepalanya, padahal aku rasa bagian yang digaruk sama sekali tidak gatal.

“ha..hai Kyuhyun oppa.” Jawab Seohyun masih tergagap.

“Maafkan temanku, dia penggemarmu makanya dia seperti ini.” Kataku sambil mengguncang-guncangkan Seohyun. “Ah perkenalkan, namanya Seohyun. Aku tidak yakin dia bisa berbicara dengan benar saat ini, jadi aku mewakilinya untuk memperkenalkan dirinya.”

“Gadis-gadis… mungkin aku bisa memberikan kalian tumpangan untuk pulang.” Kata Kyuhyun saat aku sedang sibuk dengan Seohyun.

“YAAAA…” “TIDAKKK..” jawab Seohyun dan aku bersamaan.

Bisa tebak yang mana jawabanku?

Jawabankku, “Tidak.”

“Kami akan pulang dengan menggunakan bus.” Bantahku.

“ah, kakiku sakit. Lagipula kapan lagi kita bisa pulang dengan artis. Kau sih sudah pernah, aku kan belum.” Ucap Seohyun.

Aku segera memicingkan mataku kearah Seohyun, apa yang dia katakan. Bikin malu saja.

“Tapikan…” kataku hampir putus asa.

“Lagipula ini sudah hampir gelap, tidak baik kan 2 orang gadis berseragam sekolah pulang menggunakan angkutan umum.”  Kata Kyuhyun.

“Baiklah aku kalah.” Kataku lesu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Akhirnya, aku dan Seohyun pulang dengan diantar oleh Kyuhyun, ini kali kedua aku menaiki mobilnya, yang pertama hanya kami berdua, lalu kali ini dengan Seohyun.

Kami bertujuan untuk mengantarkan Seohyun lebih dulu, karna rumahnya lebih dekat.

………….

“Jadi,oppa apa kau menyukai Sooyoung?” Tanya Seohyun saat kami bertiga hanya diam saja didalam mobil.

“Aku? Hmmm, bagaimana menurutmu?” tanyanya balik.

“Aku…aku tidak tahu, tapi aku berpikiran begitu. Kalau kau hanya menganggap kami fans tidak akan sebaik ini kan? Tidak adil bagi fans lain.” Jawabnya.

Aku takut dengan perbincangan ini, aku hanya diam.

“Hmm, sebenarnya tidak ada alasan untuk tidak menyukainya, dia ini menarik.” Katanya to-the-point.

Aku benar-benar mati kutu.

Tolong keluarkan aku dari situasi ini

sebenernya bukan disini abisnya part ini tapi aku udh ngantuk besok mau jd senior galak wkwk :p
jd tunggu part 5 nya ya😉

Seohyun tidak pernah tahu. Dan dia tidak boleh tahu tentang aku dan Kyuhyun. Walaupun kami hanya bertemu untuk urusan buku yang tertukar, setidaknya Seohyun tidak boleh tahu kalau aku menyukai Kyuhyun.

Tapi dia dengan begitu semangatnya menceritakan tentang Mir. Maafkan aku Seohyun.

“…lalu dia menelponku dan bilang kalau dia menyukaiku sejak pertama kita datang ke Music Core… hey! Sooyoung, kau mendengarkan aku tidak sih? Aku sudah bercerita panjang lebar dan kau hanya bengong.” Kata Seohyun lalu menekuk wajahnya.

“Hey hey, aku mendengarkan setiap inci kalimat yang kau katakan sangat cepat panjang dan penuh semangat itu.” Elakku sambil menirukan tangan seperti mulut yang terus mengoceh.

“Hehehe, habis sepertinya kalau menceritakan segala sesuatu yang bersangkutan dengan Mir aku sangat bersemangat. Rasanya kalau aku puasa 30 hari asal ada Mir aku akan kuat.” Katanya sambil meletakan kedua tangannya disamping pipinya.

“ehem, aku dengar loh.” Potong seseorang, Cheondung.

“hey, Cheondung-ssi sejak kapan kamu jadi seperti hantu yang tiba-tiba muncul begitu saja.” Tanya Seohyun.

“Aku rasa kau terlalu bersemangat bercerita sehingga tidak sadar kalau aku sudah datang dari tadi, dan bel masuk sudah berbunyi.” Jawab Cheondung.

“ASTAGA!!!! Aku harus mengumpulkan tugas Fisika ini sebelum bel! Kalau sudah lewat bisa mati aku!” teriakku panik.

“Sooyoung, jangan mau tertipu.” Kata Seohyun. “Lihat jam-mu sekarang baru jam 7 kurang 10 menit, masih ada waktu 10 menit lagi sampai bel berbunyi.”

Segera kupicingkan mata kearah Cheondung, kulihat dia pura-pura tidak melihat ke arah kami berdua dan menahan tawa.

‘Plak’ seperti itulah kira-kira saat tanganku memukul bagian belakang kepalanya.

“Dasar bocah iseng, awas ya kau sekali lagi mengusili kami.” Omelku.

“Hahahaha maafkan aku Sooyoung. Sasaranku itu kau, dan kamu harus melihat bagaimana ekspresimu tadi saat panik.” Jawab Cheondung cengengesan.

Segera aku berniat untuk mencubit pipinya, dan dia menahannya dengan memegang ..

Serrrr

Eh salah

DEG!

Perasaan ini. Kenapa rasanya tubuhku langsung panah ketika Cheondung memegang tanganku?

Kami berdua langsung diam. Aku tidak berani melihat wajahku sendiri. Pasti sangat merah.

Sebutlah ini kali pertama aku berpegangan tangan dengan laki-laki. Sepertinya tidak. Tapi kenapa rasanya seperti ini?

“Eh maafkan aku Sooyoung. Aku hanya bercanda, habis kau pasti mau mencubitku kan? Aku sangat tidak suka dicubit.” Jawab Cheondung langsung melepaskan tangannya dari tanganku.

Entahlah karna Cheondung tidak merasakan apa-apa atas kejadian tadi atau memang dia jago akting?

Entahlah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Aku lihat yang tadi.” Kata Seohyun saat kami berjalan ke arah pinggir lapangan saat istirahat tiba.

“Eh? Yang mana? Lihat apa kau?” tanyaku.

“Kau dan Cheondung.” Jawabnya. Aku hanya tertegun, sebutlah aku si pelupa karna aku memang lupa apa yang terjadi. Aku hanya menaikkan 1 alis, tanda tidak mengerti. “Kalian, berpegangan tangan.”

“Aish. Apa-apaan kau ini. Itu kan tidak sengaja, hanya karna dia mau menahanku untuk tidak mencubitnya.” Elakku.

“Kau pikir aku baru 2 hari mengenalmu? Kau anggap apa 12 tahun ini?” kata Seohyun.

“Eh, bukan begitu maksudku. Baiklah kami berpegangan tangan, tapi aku tidak merasakan sesuatu yang aneh. Apa kau merasakan sesuatu?” tanyaku.

“Ya. Hmmm itu tadi apa ya? Cinta atau hanya suka? Haha entahlahhh, hanya mereka yang merasakannya yang tahu pasti apa itu.” Jawab Seohyun.

“Kau ini bicara apa sih. Aneh sekali.” Jawabku gugup.

“Sudahlah mengaku saja. Kau ini menyukai Cheondung. Mungkin untuk yang itu aku hanya mengada-ngada tapi aku bisa merasakannya loh.” Kata Seohyun dengan tangan diputar-putarkan didepan mata.

“Kau mulai berkhayal deh. Aku sudah tidak bisa menghentikanmu, kalau sudah mulai berkhayal.”  Kataku.

Seohyun berhenti. Akupun berhenti. Dia berdiri didepanku, dan meletakan masing-masing kedua tangannya dibahu kiri dan kananku. Lalu mengguncangkan tubuhku.

“Sadarlah Sooyoungie. Kau itu cantik dan penting. Tidak heran kalau Cheondung benar-benar menyukaimu. Akan lebih baik jika kau juga menyukai Cheondung.” Katanya.

“Hey sebenarnya yang kau bicarakan dari tadi itu aku yang suka Cheondung atau Cheondung yang menyukaikku sih?” tanyaku heran.

“oo..o aku salah bicara sepertinya.” Katanya menutup mulut. “Sudahlah, lupakan.”  Katanya dan lanjut berjalan.

Aku segera mengejarnya, dan mengulangi hal yang sama yang dia lakukan kepadaku barusan, mengguncangkannya.

“Jelaskan padaku, baru kau bisa jalan dengan tenang.”

“Aku hanya salah bicara.” Jawab Seohyun dengan tatapan mata yang kutahu persis bahwa artinya dia sedang berbohong.

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya dan menaikan 1 alis meyakinkan bahwa dia benar, “12 tahun? Aku tahu kau berbohong.”

“huuuh, baiklah. Yang kumaksud itu, Cheondung menyukaimu. Dia bilang kau cantik, menarik, punya sisi beda dari wanita lain yang dia sendiripun tidak tahu apa itu. Sudah?” jelasnya pada akhirnya.

“Aku? Kau bercanda.” Kataku tak percaya.

“Lihat mataku.” Kata Seohyun sambil menunjuk kedua matanya, “Apa aku berbohong?”

Aku memperhatikan sebentar dan menggeleng, Seohyun tidak berbohong.

“Lalu aku harus bagaimana. Aku tidak tahu aku menyukainya atau tidak.”  Jawabku lesu.

“Aku tahu, itu karena kau berpikir kau menyukai Kyuhyun Super Junior kan?” Seohyun menebak.

“Ka..kau?” kataku tergagap.

“Sudahlah, aku tahu semuanya. Ayolah Seohyun, kali ini Cheondunglah yang menyukaimu bukan Kau yang menyukai Cheondung, setidaknya kurasa kau akan menyukai Cheondung. Tapi akan lebih mudah bukan untuk mendapatkan seorang pacar. Lagipula, kurasa rasa sukamu terhadap Kyuhyun itu hanya rasa suka sebagai fans. Kaupun hanya sekali bertemu dia saat di KBS Music Core kan?”

Aku terdiam. Syukurlah Seohyun tidak tahu kalau aku bertemu dengan Kyuhyun kemarin.

“Entahlah akan kupikirkan…”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku masih berpikir tentang kata-kata Seohyun tadi. Setelah dia berbicara tentang hal itu, aku dan Cheondung tidak banyak bicara. Bukan maksudku untuk menjaga jarak, tetapi aku hanya bingung harus berbuat apa.

‘PING..PUNG..PENG..PONG..’

Segera kuambil ponselku, tanda ada pesan masuk.

From     : Kyuhyun

Halo, masih ingat denganku?

Apalagi sekarang? Kyuhyun Super Junior mengirimiku pesan?

To           : Kyuhyun

Tentu, ada apa?

Itu yang kubalaskan padanya. Aku bingung. Sebenarnya aku ini manusia apa? Aku takut disakiti. Bagaimana jika kelak Cheondung menyakitiku? Atau mungkin bagaimana kalau Kyuhyun pun datang ke kehidupanku lalu menyakitiku?

‘PING..PUNG..PENG..PONG..’

From     : Kyuhyun

Tidak ada yang penting sebenarnya. Aku hanya merasa bosan. Saat ini sedang break syuting, jadi kurasa ide bagus untuk menghubungimu.

Apa? Ide bagus?

Kali ini aku tidak tahu harus senang atau tidak.

To           : Kyuhyun

Sebagus itukah? Kalau begitu, terimakasih sudah ingat untuk menghubungiku.

Dia menghubungiku, dan menurutnya ide bagus. Padahal dia tidak tahu aku ini tipe orang yang seperti apa jika dihubungi.

‘PING..PUNG..PENG..PONG..’

From     : Kyuhyun

Apa kau orang yang sensitif. Aku kadang berpikir kau ini lucu, dan menarik.

Aku? Menarik?

“Kriiing…” “Kriiinggg….”
ada telepon, dari Kyuhyun!

“Halo..” sapaku.

“Hai, maaf, aku menelpon karna aku berpikir mungkin aku salah bicara..” katanya.

“Hah? Bagian mana?” tanyaku heran.

“Bagian… ah haruskah aku menyebutkannya disini?” tanyanya.

“Lalu untuk apa kau menelponku kalau tidak tahu harus disebutkan atau tidak?” tanyaku balik.

“Bagian saat aku menuliskan tentang… aish kenapa aku jadi gugup. Tentang kau menarik.” Ungkapnya.

……….

“hmm, Aku tidak tahu harus berkata apa lagi.” Jawabku jujur.

Kami hanya diam….  cukup lama, dia tidak berbicara, akupun tidak. Tapi kami sama-sama tidak menutup telepon.

“Jadi, menurutmu, ungkapan tentang ‘aku menarik’ itu salah? Atau maksudmu, aku tidak menarik?” tanyaku.

“Ah, bukan-bukan begitu maksudku..” jawabnya tergagap.

“hahaha, kau tidak perlu berbohong. Aku sudah biasa kok dibilang tidak menarik.” Ujarku membela diri.

“Tidak tidak, sejujurnya kau itu sangat menarik.” Katanya.

“a..apa?” kali ini aku yang tergagap.

“kenapa? Oiya, siapa yang bilang kalau kau tidak menarik? Pasti dia orang yang bodoh.” Katanya.

“mungkin…beberapa lelaki mengatakan itu. Hanya mungkin. Selama ini baru kau yang bilang aku menarik.”

“Apa pacarmu tidak pernah bilang kalau kau itu menarik?” tanyanya.

“aku, tidak punya pacar. Dan aku tidak pernah berpacaran. Aku juga tidak pernah merasakan jatuh cinta pada orang. Entahlah, apakah sebegitu menakutkannya aku..” naku terdiam. Astaga. “Maafkan aku, aku terlalu bodoh sampai menceritakan hal itu padamu. Maaf sekali lagi maaf, anggap saja aku tidak pernah membicarakan hal itu.”

“kau..tidak pernah pacaran? Orang sepertimu?” tanyanya, tidak menghiraukan permintaan maafku.

“begitulah…”

“hey, maaf ya, break syuting sudah selesai, aku harus kembali bekerja. Nanti kuhubungi. Okey?” katanya.

“yaaa, terserah kau sajalah.” Jawabku.

“Bye, doakan aku ya..” katanya lalu menutup telpon.

…….

Apa yang salah denganku?

Tadi pagi Seohyun bilang Cheondung dari Mblaq menyukaiku.

Sekarang, tanpa diberitahupun aku tahu, Kyuhyun Super Junior mendekatiku.

Kenapa tidak ada pria normal? Yang setara denganku, pasti aku tidak akan sesetress ini.

Para Idolakah takdirku kelak??

cepetkan heheh jangan pada protes gara2 aku kelamaan, maklum anak muda :p
di baca, di komen yang membangun, di share-kan ya😉 thanks a lot

“Jadi bagaimana penampilanku tadi?” tanya Cheondung saat kami makan di ruang tunggu artis.

“Bagus, bagus. Kharisma yang kau tampilkan sangat hebat, tidak seperti kau sekarang ini.” Jawab Seohyun antusias.

“Hehehe, terimakasih Seohyunnie.” Ucap Cheondung. “Lalu bagaimana pendapatmu Youngie?”

“ah..aku? kau, kau menampilkannya dengan sangat baik. Tidak kusangka kau bisa melakukan rapping yang sangat hebat.” Kataku.

Maafkan aku Cheondung, sejujurnya aku tidak memperhatikanmu dengan begitu serius. Dari tadi pikiranku tidak bisa lepas dengan Kyuhyun Super Junior.

Aku tidak tahu apa yang aku alami. Entah aku hanya mengidolakannya, atau, aku menyukainya. Bukan sebagai idola. Sebagai seseorang yang menabrakku sore ini.

“Hey, kulihat kau bengong saja dari tadi. Ada apa?” tanya Cheondung.

“Kau tahu, akhirnya Sooyoung mengidolakan seseorang.” Jawab Seohyun asal.

“Benarkah? Siapa?” tanya Cheondung lagi.

“Super Junior Kyu..” belum selesai Seohyun berbicara sudah kubekap mulutnya dengan tanganku.

“Hey, jangan dengarkan Seohyun dia ha nya asal bicara. Aku tidak mengagumi siapapun.” Elakku.

“Maksudmu Super Junior Kyuhyun?” tanya Cheondung.

Seohyun mengangguk dengan antusias.

“Yaa, kalian ini. Tidak aku tidak mengaguminya.”

“Aku bisa minta nomor ponselnya jika kau mau.” Kata Cheondung menggodaku.

“Hey, apa-apaan ini. Aku tidak mengaguminya. Aku tidak pernah berharap mempunyai pacar seorang idola.” Kataku.

“Yayaya, ketahuan kau berharap menjadi pacarnya. Kan aku tidak bilang sebagai pacar.” Goda Cheondung.

“Aish sudahlah.”

‘Brukkk’

Bunyi tubuhku yang akhirnya bertabrakan dengan kasurku.

Oke, sebutlah hari ini adalah hari bersejarah dalam hidupku. Choi Sooyoung. Aku merasakan sesuatu yang tidak pernah kurasakan selama 18 tahun ini.

Aku menyukai seseorang.

Kenapa harus seorang idola, apakah kelak takdirku akan sama dengan para fans-fans malang yang hanya dapat meneriakkan nama idolanya dan bahkan tidak dilirik sedikitpun.

Tidak

Kenapa aku harus menyukai nya, Kyuhyun?

Apa aku menyukainya sebagai seorang fans? Atau seorang wanita?

‘Kriiing’ ‘Kriiing’

Kuambil ponselku yang masih ada didalam tas. Ada telepon dari nomer yang tidak ada datanya di ponselku. Siapa ya?

“Hallo..” Jawabku.

Hallo, apakah betul ini nona Choi Sooyoung?” Tanya laki-laki di seberang jaringan telepon.

“Ah betul, saya Choi Sooyoung. Ini siapa ya?” tanyaku balik.

Ehm, mungkin kau akan sedikit kaget. Aku Kyuhyun, Cho Kyuhyun. Apa kau mengenalku?

Astaga! Tertimpa apa aku ini! Sepanjang hari aku memikirkannya dan dia menelponku? Tunggu jangan bilang Cheondung benar-benar memberikan nomer ponselku padanya. Tapi, dia kan artis masa akan semudah itu menghubungi gadis yang tidak ada apa-apanya seperti aku ini?

Tunggu jangan terlalu sedang, kita tahu nama orang hanya sedikit yang dimiliki oleh 1 orang saja, itu artinya, mungkin Cho Kyuhyun ini bukanlah Cho Kyuhyun yang dari tadi kupikirkan.

“Maaf, Cho Kyuhyun siapa ya?” Tanyaku memastikan.

Lebih mudahnya, Cho Kyuhyun personil Super Junior, kurasa kau ingat kalau kubilang tadi sore kita bertabrakan di kantor KBS Music Bank.” Jelasnya.

DEWI FORTUNA DISISIKU!!!
benar! Dia Kyuhyun yang dari tadi aku bayangkan! Tunggu sekali lagi, ada apa dia menelponku, dapat nomorku dari siapa dia?

“Yaya aku ingat, Seohyun bilang kau Maknae di group mu. Ehm, ada apa ya? Dan kau dapat nomorku dari mana?” tanyaku.

Kau ingatkan kita bertabrakan, apa kau punya buku berjudul ‘please Look After Mom’?

“Iya, aku memang punya buku itu, kenapa?” tanyaku balik.

Nah, aku juga punya buku itu.” Katanya.

“Lalu?” tanyaku.

Jadi kurasa buku kita tertukar.” Katanya.

“ehm, yaaa tunggu sebentar..” aku segera mengambil buku yang dimaksud didalam tas, benar dari cover nya aku tahu,ini bukan milikku,”benar tertukar. lalu bagaimana kau…..ah aku lupa yaya aku selalu menuliskan alamat dan nomor telepon kalau saja buku itu ketinggalan di suatu tempat. Pasti kau membaca di halaman terakhir ya?” tanyaku.

Tepat sekali. Mungkin buku kita sama dan, tentunya punya isi yang sama juga, tapi bukan maksudku tidak mau merelakannya tapi..

“Oke, aku mengerti maksudmu, aku juga sepertinya tidak bisa membiarkan buku itu ada ditangan orang lain, buku itu sangat berharga untukku.”

Sama, jadi…kapan kita bisa bertemu? Aku free besok.” Katanya.

Apa!!! Aku akan bertemu dengan kyuhyun super junior bukan dalam keadaan seperti fans dengan idola, tapi dalam keadaan seseorang yang tertukar bukunya. Terimakasih terimakasih terimakasih bukuku, kau telah menukarkan dirimu dengan buku miliknya. Tunggu aku adalah orang yang tetap stay cool dalam keadaan apapun, benarkan?

“Tapi aku besok sekolah. Aku baru pulang sekitar pukul 2 siang, itu juga kalau aku tidak ikut club.”

Kalau begitu, besok kau tidak perlu mengikuti Club, dimana sekolahmu?” tanyanya.

“SMA Byung Moon, daerah pusat kota.” Jawabku.

Kau tau tempat makan murah disana? Yang tidak terlalu ramai?” tanyanya.

“Aku tau banyak tempat makanan murah, tapi rata-rata ramai, kau tahu kan yang dicari adalah yang termurah, dan semua orang akan kesana?”  jawabku.

Kalau begitu yang mahal dan sepi.

“Ada sih yang mahal, tapi aku tak bisa membayar makanan disana. Terlalu mahal. Dan lagi untuk apa kau mencari tempat makan? Kita ini kan hanya akan menukar buku.” Tanyaku heran.

Aku tidak akan puas jika hanya pergi keluar dan langsung pulang, setidaknya aku harus makan sesuatu.” Jawabnya.

“tapi kau ini kan artis! Aku akan dikeroyok jika ketahuan bertemu denganmu!” omelku.

Tenang saja, aku sudah terbiasa menyamar. Ah aku sudah menemukan restoran dekat sekolahmu. Yang sepi sangat cocok untuk tempat bertemu. Restoran unamjeong, okey?” katanya.

“Hey, kau gila! Menu disana harganya 47.000 won! Aku tidak akan sanggup makan disana.” Ucapku kesal.

Kau tidak perlu makan, hanya menemaniku makan, atau kau boleh pulang saja.” Katanya santai dari telepon.

“Hey, kau tidak akan melakukan hal yang aneh-aneh denganku kan?” tanyaku.

Aku bukan pecinta anak sekolahan.” Ucapnya. Kurang ajar sekali dia ini lama-lama.

“Aku bisa merekamnya dan memberitahukannya pada para fans-mu.”

silahkan beritahu, dan kau akan dikeroyok ribuan orang.

“Aish, baiklah, restoran unamjeong, jam 2 sore! Aku datang, mengantar dan mengambil buku lalu pulang.” Jawabku.

“Keputusan ada ditanganmu, dan sekali lagi. Terimakasih Cantik.

Klik.

Telepon terputus. Apa maksudnya pria ini.

Apa benar aku menyukainya. Saat pertama dia menelponku aku sangat gugup bahkan bingung akan berbicara apa. Dan besok aku akan bertemu dengannya.

‘Kriiiing’ ‘Kriiiing’

“halooo, ada apa?” tanyaku langsung, Kyuhyun menelpon lagi.

“Aku hanya ingin memberi tahu, datanglah sendiri. Jangan beritahu siapa-siapa tentang pertemuan kita ini. Setuju?” katanya.

“Baiklaaaah.” Kataku dan langsung menutup telepon.

 Aku tidak mengerti dan tidak akan pernah mengerti ada apa dengan pria ini.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Selamat pagi Sooyoungie..” sapa Seohyun saat aku baru mau masuk kelas.

“Pagi Hyun..” balasku lesu.

“Ada apa?” Tanya Seohyun.

“Ah, tidak apa-apa. Aku hanya merasa sedikit lelah.”  Jawabku.

“Apa yang terjadi? Kau kurang tidur? Atau apa?”

“Anggaplah aku telat bangun pagi ini, lalu aku hampir ketinggalan bus kalau aku tidak mengejarnya. Kalau aku tidak mengejarnya dan tetap menunggu untuk bus berikutnya yang akan datang 15 menit sesudah bus yang kukejar, tentu aku tidak akan ada disini sekarang.” Jawabku panjang lebar.

“Aku mengerti, kau lelah karna mengejar bus.” Simpul Seohyun. Aku hanya mengangguk lesu. “duduklah.” Katanya.

Aku segera menghampiri kursiku disebelahnya. Dan tepar.

“Hey, kau mau mendengar ceritaku atau tidak?” tanya Seohyun?

“Hmm? Lanjutkan.” Kataku masih lemas dan bersandar pada tanganku di atas meja tapi menghadap ke arah Seohyun.

“Kau janji ya tidak akan memberitahukan hal ini pada siapapu. Karna hanya kau yang kuberitahu tentang hal ini.” Katanya memperingati.

“Ya, aku mendengarkan.”

“EHEM. Kau ingat Mir kan? Maknae Mblaq?” aku mengangguk. “Dia mengajakku kencan.”

Aku yang sangat lemas pagi itu langsung bangun dari posisiku yang bersandar tadi dan, “Benarkah?”

Seohyun mengangguk antusias.
“ba..bagaimana bisa?” tanyaku terkejut.

“Kau lupa siapa teman kita?” tanya Seohyun.

“Cheondung! Ya aku ingat. Kalau begitu selamat ya!” kataku girang. “lalu kapan kau akan melakukan kencan?” tanyaku

“Aku belum tahu pasti, dia baru mengirimkan SMS padaku tadi malam.” Jawab Seohyun dengan tersipu.

“Baguslah semoga sukses ya!” ucapku menyemangati.

“Tapi aku takut kalau aku menyukainya, dia kan idola, pasti punya banyak sekali fans perempuan.” Kata Seohyun tertunduk.

“Hei, kau ini cantik, lagipula kalau memang Mir sendiri yang memilihmu mereka bisa bilang apa? Tujuan awal kita datang kan diundang, jadi tidak perlu takut.”

“Begitu ya? Aku tidak menyangka kau sedewasa itu Youngie.” Ucap seseorang dari belakang, Cheondung.

“Cheondung-ssi..” Panggilku dan Seohyun berbarengan.

“Hai, selamat pagi. Apa kabar?” tanyanya.

“Baik.” Jawab kami bersama.

“Seohyunnie, kau tidak perlu khawatir, pertama, Mir bukan anak kecil, dia sangat menghargai perempuan. Dan dia setia. Yang kedua kami akan membantu agar kau tetap aman, karna Mblaq adalah keluarga. Jadi jangan khawatir, oke?” kata cheondung menyemangati Seohyun juga.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

‘Kriiiing’

“Sooyoung, aku pulang duluan ya, aku dijemput sama ayahku. Tidak apa-apa kan?” tanya Seohyun saat pulang sekolah.

“Hey sejak kapan aku marah saat kau akan pulang dengan ayahmu?” kataku mencubit lengannya.

“Sakit. Hehe yasudah aku pulang dulu yaaaa, hati-hati dijalan.” Katanya seraya mencium pipiku. Akupun tersenyum.

“Mau kuantar?” tanya Cheondung padaku, tidak terlalu ramai dikelas saat itu.

“Ehm, kurasa tidak, aku bisa pulang sendiri kok. Lagipula tidak enak dilihat yang lain.” Ujarku mengambil tas dan langsung beranjak pergi. “ah, sebelumnya, terimakasih untuk tawarannya.” Aku kembali berjalan pergi.

“Hati-hati ya.” Teriaknya saat aku sudah diluar kelas. Dan aku hanya tersenyum.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Panasnya hari ini membuat ku merasa malah berjalan pulang. Tapi mau tidak mau aku harus berjalan kaki, untuk mengirit ongkos agar aku bisa menabung.

Aku menyusuri jalan dengn santai, kulihat jam menunjukkan pukul 2 lewat 35 menit.

Byungsi Store.

Victory shoe.

Apgeujong Tour and Travel.

Semua itu nama-nama toko yang kulewati.

Unamjeong Restoran.

Aku berhenti sebentar di depan restoran ini, dan menahan napas dalam-dalam.

ASTAGA! Aku lupa aku mempunyai janji untuk bertemu dengan Cho Kyuhyun, anggota Super Junior hari ini. Dan yang lebih gawat karna aku lupa akan bertemu dengannya hari ini aku juga lupa untuk membawa buku yang menjadi alasanku untuk pergi ke restoran super mahal ini. Aku segera berlari masuk kedalam restoran itu.

Segera kukelilingi dalam restoran, dan aku menemukan seseorang dengan kacamata hitam serta blazer yang melekat dan hoodienya.

“Se..selamat siang..” aku menyapa dengan ketakutan. Kulihat Kyuhyun yang sedang memainkan ponselnya menatapku, aku tidak tahu jelas ekspresi matanya, dia menggunakan kacamata hitam.

“Maaf tuan Kyuhyun, pertama maaf karna aku datang terlambat. Kedua, maaf….. aku lupa membawa bukunya.” Kataku tertunduk, takut.

“Duduk.”

Akupun segera mengambil posisi duduk didepan Kyuhyun.

“sekali lagi aku minta maaf.” Kataku membungkuk.

“Kau mau makan apa?” aku terkejut segera kutegakkan badanku.

“eh? Tidak-tidak aku tidak ingin makan, aku tidak bisa makan di sini.” Jawabku dengan nada berbisik.

“Aku yang traktir.” Langsung aku sumringah mendengar kata-kata itu.

Aku segera mengambil menu yang ada di meja.

Glek!

Aku tidak kuat melihat menu-menunya, bukan karna makanannya tapi harganya. Segera aku menutup buku itu kembali.

“Kenapa?” tanyanya.

“Tidak apa-apa. Lebih baik aku tidak makan, daripada mengahabiskan uang seseorang yang baru kukenal. Apalagi aku telah mengecewakanmu. Ehm, bagaimana kalau kau tunggu disini dan makan sesuatu. Aku akan pulang sebentar dan mengambil bukumu dirumahku. Nanti aku kembali lagi kesini. Aku benar-benar lupa.” Usulku.

“Dimana rumahmu?” tanyanya lagi.

“Kira-kira 15 Blok dari sini. Kalau kutempuh dengan jalan kaki akan menempuh waktu kurang lebih setengah jam sekali jalan 1 jam pulang pergi. Jika aku berlari maka akan menghabiskan waktu 15 menit sekali jalan dan 30 menit untuk pulang pergi. Jika aku naik bus…sebentar jadwal bus ada 5 menit lagi, waktu yang ditemppuh 10 menit untuk sampai kerumahku, 25 menit untuk kembali kesini. Jalan paling cepat memang naik bis, tapi aku akan memilih untuk berlari, karena….tidak penting aku akan berlari, bagaimana?”

“Kau gila!!” bentaknya.

Aku yakin semua pengunjung pasti akan memperhatikan kami berdua. Untuknya restoran ini hanya diisi oleh aku, Kyuhyun,  3 pelayan, dan 2 orang lain yang sedang makan diujung sana.

“Kau pikir aku akan membiarkan seorang wanita berlari untuk 30 menit dan aku makan saja disini? Sekarang kau pilih menu makanan yang ingin kau makan. Selesai makan kita kerumahmu untuk mengambil buku, lalu urusanku denganmu selesai. Mengerti?” katanya. Akku masih diam.

Lalu kyuhyun memanggil pelayan dan memesankan 2 menu yang aku tidak terlalu tahu apa itu. Setelah akhirnya makanan itu datang.

“makanlah ini.” Katanya menyodorkan sajian dihadapanku. Hufth, aku adalah orang paling tidak tahan kalau ada makanan.

“baiklah, aku akan memakan makanan ini dengan cepat. Sehingga urusan kita disini pun tidak akan lama.” Kataku seraya mengambil sumpit dan mulai makan.

Kyuhyun pun langsung memakan makanannya.

Seujujurnya aku tidak mau langsung berpisah begitu saja dengan Kyuhyun, tapi, tidak akan baik jika aku berlama-lama dengannya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Jadi yang mana rumahmu?” Tanya Kyuhyun saat kami sudah memasuki komplek rumahku.

“Sebelah kanan, rumah berwarna biru itu.” Kataku lalu menunjuk rumahku.

“Bayangkan betapa jauhnya rumahmu ini, dan bagaimana jika tadi aku membiarkanmu pulang sendiri?” katanya. Aku hanya tersenyum.

“Baik, sampai disini saja. Tunggu sebentar ya. Biar aku ambil dulu bukunya.” Kataku lalu turun dari mobil Kyuhyun.

……………….

“Ini bukunya, maaf menunggu lama. Sekali lagi aku minta maaf, kau jadi harus mengantarkanku kerumahku begini.”kataku membungkukkan badan.

“Tidak apa-apa. Senang bisa membantumu, dan senang berkenalan denganmu.” Katanya tersenyum lalu menyodorkan tangannya untuk bersalaman. “Aku harap kita bisa bertemu lagi.”

Aku hanya tersenyum.

Aku juga mengharapkan itu…

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
the second part is coming! enjoy it.
comment untuk masukkannya ya😉
GBU

Pernahkah kamu memikirkan tentang seseorang yang tidak mempunyai apa-apa tapi punya takdir yang sangat besar? Menurutnya.

Baiklah, kalian boleh anggap aku Gila.

Cerita ini berawal ketika Dia pindah kesekolah ini.

“Udah ngerjain PR belom?” tanya Seohyun.

“Aishhh, lupa kan! Kamu nggak telepon aku semalam.”  Kataku langsung duduk dan menyembunyikan wajahku diatas meja.

“Hey! Alasan lagi! Aku sudah SMS sampai 5 kali apa masih kurang?” omel Seohyun lalu memukul kepalaku.

“Bercanda bercanda. Aku sudah menyelesaikan semua PR yang kau beritahukan sampai tidak bisa membalas SMS-mu mengerti.”  Kataku tersenyum manis, Seohyun hanya menggelengkan kepalanya.

“hey, mau tahu apa yang kulihat pagi ini?”  kata Seohyun mendekatkan kursinya ke mejaku.

Aku hanya memandangnya dengan 1 alis terangkat.

“Park Sang Hyun!!!!” Kata Seohyun histeris.

Sekali lagi, aku hanya diam. Masih dengan 1 alis terangkat. “Siapa?” kataku mengulangi.

“Oh Tuhan…Kenapa kau menciptakan makhluk seperti anak ini.” Kata Seohyun seperti orang putus asa.

“Okey, sekarang coba kamu ulangi, pelan-pelan. Siapa yang kau lihat pagi ini?” tanyaku sekali lagi.

“Park. Sang. Hyun.” Jawabnya sekali lagi dengan perlahan.

“Baiklah, siapa itu Park Sang Hyun?”

“Oh Tuhan, Sooyoung, tontonlah TV-mu di rumah! Jangan kau biarkan berdebu setiap saat!” omelnya lagi.

“Tapi aku memang tahu siapa itu Park Sang Hyun, bahkan ini pertama kali aku mendengar nama itu. Aku sedang tidak berakting atau bercanda Seo.”

“Thunder! MBLAQ Thunder! Lead rapper dari boyband MBLAQ, dibawah asuhan Rain!” katanya kembali dengan semangat.

“Oke? So whats the special thing?” tanyaku sekali lagi tidak terlalu tertarik.

“DIA AKAN SEKOLAH DISINI! DIKELAS KITA!!” kali ini Seohyun berteriak.

“hmmm, Seohyun. Aku tahu kamu cantik, pintar, baik,dan penting, tapi apa yang menurutmu penting terkadang tidak terlalu penting untukku.” Aku bangkit dan berencana untuk keluar kelas,” ah, dan selamat untuk murid barunya.”  Aku melanjutkan langkahku.

“TUHAAAAAN, sadarkanlah Sooyoung.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Aku memang tidak terlalu tertarik dengan dunia musik di Korea, aku lebih suka sesuatu yang, oke kebarat-baratan atau mungkin lagu-lagu rock. Walaupun aku tidak pandai dalam bernyanyi, tidak seperti Seohyun, tapi aku lumayan dalam menari. Ah bukan ini point-nya. Intinya aku tidak terlalu mengerti apa yang selama ini Seohyun bicarakan, tentang berapa banyak boyband di korea, yang ku tahu mungkin hanya Super Junior, boyband dengan personil terbanyak, 15 atau 20? Entahlah, tidak penting.

“Selamat Pagi semuanya.” Sapa Ibu Guru Lee.

“Selamat Pagi Bu.” Jawab kami serempak, saking serempaknya kami semua sama-sama mengeluarkan buku paket yang sama dalam jangka waktu yang sama.

“Baiklah, hari ini sebelum ibu mengajar ibu akan memperkenalkan Siswa baru, ehm, silahkan masuk.”

Kulihat dengan gayanya yang entahlah—sok keren atau memang keren—masuk kedalam kelas kami.

“Silahkan perkenalkan dirimu.” Perintah Ibu guru Lee.

“Selamat Pagi, nama saya Park Sang Hyun, untuk mudahnya panggil saya CheonDung. Salam kenal, mohon bantuannya.”

Aku mengakui, dia—Cheondung—memang tampan. Tapi aku bersyukur aku tidak menggunakan reaksi berlebihanku seperti mereka, teman-temanku yang….kam-se-upay.

“Apa ada tempat kosong dikelas?” tanya Ibu Guru.

“Bu, Jihyun masih tidak hadir karna sakit, tapi ada 1 lagi kursi kosong, mungkin GO bisa duduk di tempat Jihyun karna dia anak baru, nanti biar Jihyun ditempatkan dibelakang, dia kan sudah pintar.” Lapor Soo Hyun, ketua kelas kami. Semua setuju, entahlah aku setuju atau tidak. Aku diam saja dari tadi.

“Baiklah, Cheondung, kamu bisa duduk di tempat kosong yang ditengah.” Kata Bu lee sambil tersenyum.

“heh..” panggil Seohyun menyenggolku dan berbisik, “Selamat ya.” Aku hanya menaikan 1 alis seperti biasa saat aku tidak mengerti apa-apa, “Cheondung duduk disampingmu.”

“Oh, kamu mau tukeran?” tanyaku.

“Kamu mau bertukar tempat duduk?” Tanya Seohyun dengan mata berbinar.

“Tidak, hanya bertanya.” Kataku lalu kembali menghadap ke papan tulis. Kudengar Seohyun hanya bergumam kecil, sepertinya dia kesal. Hihihi biar saja.

“Hai salam kenal. Siapa namamu?” tanya Cheondung saat ibu Lee baru saja mau mengambil bukunya didalam tas.

“Sooyoung, Choi Sooyoung.” Kataku tersenyum.

“Salam kenal Choi Sooyoung. Aku Cheondung, mungkin kamu sudah tahu tentangku sebelumnya.” Katanya.

“Ehm, maaf sebelumnya, tapi aku baru saja tahu tentangmu tadi saat kau memperkenalkan dirimu. Dan lagi, aku sekarang sedang ingin belajar. Kau bisa mengajakku bicara saat jam istirahat, aku free saat itu.” Kataku membuka buku dan tidak memperhatikannya.

Telak.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“kudengar kau berbicara dengan Cheondung tadi?” tanya Seohyun dikantin. Aku hanya mengangguk.

“apa? Apa?” tanyanya antusias.

“hmmm? Apanya yang apa? Tidak ada apa-apa.”

“eeeh? Masa iya?”

“Dia hanya tanya siapa namaku, lalu aku bilang mau belajar. Thats it.”

“haaaah, bodoh sekali kau ini..” kata Seohyun melenguh sambil memakan buah di meja kami.

“apanya yang bodoh, kan kau tahu tujuanku sekolah adalah belajar, bukan berkenalan dengan anggota boyband seperti itu.” Kataku mengaduk makanan dimejaku.

“permisi, apa kursi ini kosong?” tanya seseorang. Cheondung.

“Iya, iya kursi ini kosong….” jawab Seohyun kaget.

“Terimakasih.” Jawabnya dan langsung duduk didepan kami.

“Jadi siapa namamu?” tanyanya pada Seohyun.

“Aku? Ah Aku Seohyun. Sebenarnya nama panjangku Seo Joo-Hyun, tapi kau bisa menghilangkan Joo ditengah dan memanggilku, Seohyun.” Jawab seohyun panjang lebar.

Astaga bocah ini.

“Baiklah salam kenal, Seohyun.” Kata Cheondung sambil melemparkan senyum. Aku yakin saat ini Seohyun sudah mau pingsan.

“Hey, kau bisa bersekolah disini? Apa kau tidak sibuk?” tanyaku disela-sela ‘perbincangan’ mereka.

“Ehmm, ya aku sibuk. Tapi sesibuk apapun diriku, aku tidak boleh melupakan pendidikan. Benarkan?” Seohyun mengangguk penuh semangat mendengar kata-kata Cheondung. “Oiya, nanti sore aku dan group ku akan tampil di MBC Music Core. Kau bisa hadir kalau mau.” Katanya, kutebak Seohyun akan dengan semangat menerima tawaran ini.

“Aku tidak suka berdesak-desakan.” Jawabku singkat.

“Kau bisa dapat free pass sebagai Crew kami, ah kalian berdua tentunya bisa datang. Akan kuperkenalkan kepada para member siapa temanku disekolah. Aku yakin kita akan menjadi teman baik.”

“IyaAAa kAmi mau!!” Jawab Seohyun . Benarkan?

“Huaaah baiklah kami akan datang.” Jawabku juga akhirnya.

“Baiklah, boleh aku pinjam ponselmu?” tanyanya padaku sambil menunjuk ponsel yang kuletakan diatas meja.

“punyaku? Untuk apa?” tanyaku heran.

“sudah pinjam saja.” Katanya langsung mengambil Ponselku. Aku tidak tahu apa yang dilakukannya dengan Ponselku, yang kulihat dia mengetikkan sesuatu.

“Ini nomorku untuk dihubungin nanti. Namanya kusamarkan, supaya tidak ada yang mencontek. Hanya kalian berdua yang tahu nomer ponselku. Simpan baik-baik. Oke?” katanya seraya menyerahkan kembali Ponselku.

“Baik!” kata Seohyun semangat.

“Kalau begitu sampai nanti.” Katanya lalu beranjak pergi.

Kuambil Ponselku, dan kulihat kontak dengan nama ‘Kilat’ apa-apaan orang ini.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Kau yakin kita akan melakukan ini?” tanyaku pada Seohyun.

“Yakin! Kapan lagi kita punya kesempatan untuk berada di backstage bersama idola yang lain?” jawab Seohyun excited.

Ini sih keinginan Seohyun bukan aku. Baiklah, dulu, duluuuu sekali sewaktu aku masih kecil aku pernah bermimpi menjadi artis. Namun ketika aku sudah dewasa dan mengerti apa itu pekerjaan sebagai artis, aku sangatlah tidak berbakat untuk menjadi seorang artis.

“Baiklah baik aku mengerti. Lalu kenapa kita harus berdandan?” tanyaku.

“Sooyoung! Kita akan bertemu para artis, jangan tampilkan wajah murungmu itu didepan mereka para artis. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi, mungkin akan ada artis yang suka pada kita.” Katanya lalu memejamkan mata, sepertinya dia mulai membayangkan yang tidak-tidak.

‘plak’ tanganku mendarat di belakang kepala Seohyun.

“Jangan berpikir terlalu jauh.”

“Aish, sakit tau.” Ringis Seohyun. “Lagi pula untuk apa kau menenteng buku itu? Ah kita sudah sampai.”belum sempat aku menjawab, kami langsung refleks mengeluarkan uang untuk membayar taksi, kami keluar dan menuju gedung yang sudah ramai oleh para Fans. Bahkan Seohyun yang biasanya hanya naik angkutan bus denganku saat akan pergi jauh rela membayar sebuah taksi, baiklah kami memang patungan. Tapi dia memang sudah gila. Katanya kita tidak boleh terlihat lusuh dengan menaiki bus. Yayaya aku tidak akan bisa mengelak jika dia sudah bicara panjang lebar.

“Sebentar biar aku telpon Cheondung.” Kataku segera mengambil ponsel di dalam tas dan menelepon Cheondung.

Hallo…” jawab seseorang disebrang telepon.

“Kilat, kami sudah didepan gedung televisi. Apa yang harus kami lakukan.” Tanyaku.

Ahh, Sooyoung, baiklah perhatikan kalimatku ya. Kau pergi ke arah samping gedung dimana ada telepon umum, jalan terus disamping gedung, nanti kau menemukan pintu 5a, ada managerku sedang dalam perjalanan kesana, dia akan memberikan Free Pass Card pada kalian, nanti kalian tinggal mengikutinya, oke?” jelasnya.

“Hmm, baiklah aku mengerti.” Kataku langsung menutup telepon. “Ayo ikut aku.” Kataku pada Seohyun.

Kamipun berjalan persis seperti apa yang dikatakan cheondung di telepon. Setelah aku membuka pintu bernomor 5a aku menemui seorang pria dekat pintu, ah tepatnya dia menghampiri kami.

“Kau yang bernama Sooyoung?” tanyanya. Aku mengangguk. “Ini Free pass mu, aku manager Mblaq, salam kenal. Sekarang mari ikut aku keruangan Mblaq.”katanya sambil memberikan free pass card.

“Ah sebentar, bisa beritahu saja dimana ruangannya, aku rasa aku harus ke toilet.” Kataku pada manager.

“mudah kau hanya perlu memperhatikan pintu dengan tulisan Mblaq. Diujung sana.” Katanya menjelaskan. Akupun segera pergi mencari toilet.

Saking terburu-burunya aku mencari toilet aku sampai tidak memperhatikan jalan dan menabrak seseorang hingga terjatuh.

‘BRUKK!’ ‘prang-prang’ ‘degedekgedek’ -___-

“Ah, maafkan aku.” Kataku seraya membungkukan badan dan lalu menatap pria yang kutabrak. 1 kata untuknya, tampan. Dan ya aku tidak tahu siapa dia, tapi kurasa aku pernah melihatnya hanya saja tidak tahu dimana.

“Aku yang seharusnya minta maaf karena jalan tidak lihat kedepan.” Katanya lalu membantuku berdiri, lalu memberikan bukuku yang terjatuh. Sebuah novel karya Kyung Sook Shin berjudul Please Look After Mom.

“Terimakasih.” Kataku. Diapun langsung pergi menjauh. “hey tunggu,” panggilku. Bodoh apa yang kulakukan? “em, toilet dimana ya?” tanyaku akhirnya.

“lurus belok kiri, disana toilet perempuan.” Katanya lalu tersenyum dan pergi.

Aku hanya diam dan kembali berusaha mencari toilet seperti yang dikatakan pria tadi. Sayang sekali aku tidak menanyakan namanya. Heh ngomong apa aku ini, mana mungkin seorang perempuan yang lebih dulu bertanya?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Hai Sooyoung kukira kau tersesat.” Kata Cheondung tertawa. Saat ini aku berpikir kalau Cheondung memang orang yang baik, bukan tipe playboy. Mungkin benar kalau dia memang ingin punya teman baik.

“aku hanya ke toilet sebentar dan kau kira aku tersesat. Haduh.” Kataku tersenyum.

“baiklah mari aku perkenalkan kau dengan member kami, sepertinya kamu tidak kenal bukan dengan mereka? Sekali lagi aku Cheondung, nama panggungku Thunder, Ini Seungho Hyung, dia leader kami.” Katanya memperkenalkan seseorang dengan rambut pirang yang tinggi.

“Hai salam kenal Sooyoung.” Katanya membungkukkan badan, akupun membalas.

“Nah, ini Lee Joon Hyung, sebutlah dia yang paling terkenal diantara kami. Hahaha.”

Seseorang yang bernama Lee Joon langsung berdiri dan memberi salam ala orang meksiko yang akan mengajak perempuannya menari, kau tahulah, tangan di perut dan sedikit membungkuk.

“Hai Sooyoung.” Katanya tersenyum, baiklah, dia memang tampan.

“Hyung, kau jangan terlalu PD, walaupun kau terkenal diantara A+, kau ini bukan siapa-siapa bagi Sooyoung. Dia tidak tahu siapa kau. Haha, nah ini GO hyung, suaranya dahsyat kalau kau mau tahu.”

Seseorang dengan wajah sedikit brewokan–tapi yah seksi lah menurutku—berdiri. “Hai sooyoung, yang dikatakan Cheondung sedikit berlebihan sepertinya.” Katanya. Aku percaya dari apa yang dikatakan Cheondung, dari caranya berbicara saja sudah sangat merdu suaraya.

“Ah, Seohyun, dia juga suaranya bagus, dia salah satu anggota vocal Group disekolah kami.” Kataku menyambar. Semua memandang Seohyun seperti terkejut dan kagum, dan Seohyun hanya tersipu malu.

“Yang terakhir maknae kita, Mir. Dia lebih muda 1 tahun dari kita.” Katanya sambil menunjuk Mir yang duduk.

“Berarti dia kelahiran 91?” tanyakku. Cheondung mengangguk. “wah, sama dengan Seohyun. Biarpun dia seangkatan dengan kita tapi dia juga 91, ya kau tahulah, otak diatas rata-rata.” Jawabku.

“Baiklah anak-anak, latihan terakhir ayo, cepat.” Kata Manager sambil melakukan tepuk tangan sebagai penyemangat.

“Kau duduk saja dan saksikan kami ya, anggap saja ini kursi VIP.” Kata Cheondung dan mempersilahkan aku duduk.

Kami seperti disuguhkan dalam pertunjukkan opera. Orang-orang lucu dan manis yang tadi berkenalan denganku berubah menjadi lelaki jantan yang, ‘ganas’. Cheondung yang tampangnya sangat lucu berubah jadi sangat keren.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Kau dan Seohyun harus duduk paling depan nanti, atau supaya sangat dekat dengan panggung kau bisa tidak perlu berdiri, tidak apa-apa.” Kata Cheondung sambil minum dan duduk disampingku.

“Yaaa kau atur sajalah.”jawabku.

“Penampilan Mblaq dalam penghitungan mundur 15 menit, harap segera bersiap-siap disamping stage.” kata PD acara Music Core.

“Ayo, ikut kami.” Kata Cheondung kepada aku dan Seohyun.

Tempat ini sangat ramai. Aku tidak akan bisa mendengar Seohyun bicara apa kalau dia tidak berteriak.

“Kau tunggu disini ya. Setelah ini penampilan Super Junior baru Mblaq.” Kata Cheondung. Kami hanya mengangguk dan duduk di barisan paling depan.

Kulihat personil Super Junior sangat banyak, yah lebih banyak dari Mblaq. Dan aku yakin pasti akan sangat sulit untukku mengingatnya, tapi setelah kuhitung tidak lebih dari 15 bahkan hanya ada 10 atau 9, entahlah pengelihatanku ini lumayan kurang jelas kalau dari jauh.

Tunggu.

Orang itu, dia yang tadi bertabrakan denganku. Lelaki yang bisa membuatku senyum-senyum nggak jelas, padahal kenal pun tidak. Benar dia artis, pantas aku merasa pernah melihatnya, pasti dari iklan yang kutonton di TV. Tapi siapa namanya?

“hoy, Seo..” colekku. “hmm?” gumamnya yang berarti—apa?

“Kau lihat yang diatas panggung? Yang menggunakan cardigan bergaris hitam, yang rambutnya agak keriting coklat, dia member Super Junior kan?” tanyaku. Seohyun mengangguk semangat, “Iya, Itu Kyuhyun Oppa. Dia maknae di Super Junior, suaranya sangaaat indah, dan tampan.” Aku hanya tertegun melihatnya. Untung aku punya Seohyun yang sangat maniak boyband, ditanya semua personil Boyband dia pasti tahu.

“Hey kau suka dengan Kyuhyun?” goda Seohyun.

“Tidak, aku berpapasan dengannya tadi. Aku seperti mengenalnya, ternyata benar dia artis.” Jawabku.

“Heyyy, ayolah, kagumilah seseorang. Jangan jadi orang yang tidak punya siapa-siapa untuk dikagumi.” Goda Seohyun kali ini sambil memukul lenganku.

“Berisik.” Jawabku judes.

Super Junior pun tampil. Memang benar, Kyuhyun suaranya bagus. Yang membuatku tidak habis pikir, disana ada member yang—bisa dibilang—jauh lebih tampan mungkin daripada Kyuhyun, entahlah pria dengan badan lebih kekar sepertinya, dia tampan, tapi kenapa mataku ini tidak bisa lepas dari penampilan Kyuhyun.

 

Dia punya magnet, yang tidak dimiliki pria lain.

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
hai hai hai, its been a long time since my last ff, did you miss me? i hope no😀
sorry aku baru update FF suka lupa gitu kalo aku punya blog, oke ini yang terbaru, i hope you like it😀

“LEPASKAN DIA SEKARANG!” Kata Kyuhyun dari arah belakang Lee Joon.
Oh tidak.

Aku tidak pernah berharap kejadiannya akan seperti ini.

Aku hanya bisa terpaku diam, tidak tahu harus berbuat apa. Aku hanya berharap ini semua segera berakhir.

“KAU LELAKI BRENGSEK!!” Bentak Lee Joon sambil mengarahkan kepalan tangannya ke arah Kyuhyun. Aku yang tidak bisa berfikir reflek menggeser badanku kedepan Kyuhyun, sehingga akulah yg terkena pukulan keras tepat dibelakang kepalaku. Dan tidak sadarkan diri.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Sooyoung! Sadarlah. Kumohon.” Panggil seseorang samar-samar.

Aku mencoba membuka mata dan menyadari kalau aku sudah berada didalam kamarku.

“Kau sudah sadar sayang?” Kata Omma membantuku untuk bangun dari posisi tidurku.

Kulihat Omma disebelah kiriku, dan Kyuhyun disebelah kananku, serta Siwon oppa dan Yuri yang duduk di sofa dekat meja belajar.

“Yuri? A..apa yang kau lakukan disini?” Tanyaku lemas.

“Yuri dan Kyuhyun sudah menceritakan semuanya pada Omma dan Siwon. Kami tidak pernah menyangka hal ini sebelumnya.” Jawab Omma sambil menenangkan.

“Kau sungguh menceritakannya Yuri?” Tanyaku dengan penuh tanda tanya. Entah apa yang mungkin terjadi setelah ini.

“Aku tidak bisa menyimpan ini terus. Aku tidak kuat melihat kau terus menerus diteror.” Katanya membela diri.

Mungkin benar, aku tahu betul sifat Yuri seperti apa. Dia akan sangat sensitif bahkan saat bukan dia yg merasakan keterpurukan itu.

“Tapi Yuri. Mungkin aku atau kau bisa saja mati.” Kataku terbata.
Hanya itu yang ada dipikiranku.
Mati.
Mati.
Dan
Mati.

“Sooyoung, apa yang kau katakan! Kita ini punya Tuhan, dia pasti punya rencana yang indah. Bukan kau atau lelaki itu yang menentukan kematian. Tapi Tuhan.” Bentak Siwon Oppa padaku.

Aku tahu perkataanku memang salah, tapi apa salahnya takut pada kematian.

“Aku juga minta maaf, akulah yang memaksa Yuri untuk menceritakannya. Pada awalnya Yuri menolak untuk bercerita. Tapi aku mendesaknya, maafkan aku sooyoung.” Kata Kyuhyun akhirnya angkat bicara.

Aku hanya diam, hanya bisa menangis.

“Sayang, kau masih punya kami, kau tidak sendiri. Omma akan selalu menjagamu.” Kata Omma memelukku.

“Aku tidak akan membiarkan org asing menyentuhmu.” Kata Siwon Oppa berdiri dan menunjukkan otot-ototnya. Dia memang penghibur yang aneh

“Aku akan mengantar jemput kemanapun kau mau pergi sehingga selalu aman.” Kata Kyuhyun sambil ikut berdiri.

“Aku…..akan berdoa.” Kata Yuri.

Terimakasih Tuhan, kau memberikan orang-orang yang luar biasa baik disekelilingku. Lindungilah aku dan mereka. Amin

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Hallo..” Kataku memulai pembicaraan.

“Sooyoung? Benarkah ini kau?”
Jawab orang di sebrang sana.

“Iya. Ini aku.” Jawabku singkat

” ada apa kau menelponku? Apa kau sudah baik-baik saja? Maafkan aku kemarin. Aku sudah membuat tebusan. Aku sudah membenturkan kepalaku ke tembok hingga berdarah. Aku harap kau mau memaafkanku.”

“Sudah selesai bicaranya?”

” Apa yang ingin kau katakan?” tanyanya.

“Temui aku besok sore, di pinggir Sungai Han. Jam 4 sore. Tidak ada siapapun selain kau, Lee Joon. Dan aku, Choi Sooyoung.”

“Akhirnya, luluh juga kau.”

“Kuanggap setuju.”

Langsung ku tekan tombol reject, untuk mengakhiri pembicaraan dengannya.

Nekat memang, aku memberanikan diri untuk berbicara dengannya, tapi, aku tidak mau terbelenggu dengan rasa takut yang disebabkannya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“Kau yakin tidak mau aku antar pulang?” Tanya Kyuhyun padaku.

Dia memang tidak tahu menahu rencanaku untuk menemui Lee Joon hari ini.

“Iya Oppa, aku sungguh minta maaf, hari ini ekskul fotografi memang mau hunting ke beberapa tempat.” Elakku.

“Aku bisa mengantarmu.” Paksanya.

“Tidak perlu, sungguh. Aku bisa pulang bareng Jong Woon, dia rumahnya searah denganku.” Jawabku.

“Aku khawatir, bagaimana kalau kamu sudah selesai segera kabari aku supaya aku bisa jemput. Aku kan sudah berjanji untuk jadi pengantar jemputmu kan?”

“Tidak perlu, pasti merepotkan. Aku benar-benar sudah bilang ke Jong Woon, dan dia juga akan mengantarku pulang.” Kataku meyakinkan.

“Kau ini, memang sulit dimengerti. Yasudah. Kabari aku ya kalau ada apa-apa.” Katanya sambil mengacak-acak rambutku.

“Aku pulang dulu, jaga dirimu baik-baik.” Katanya sambil pergi menjauh dan melambaikan tangannya.

Oppa…… Maafkan aku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sekarang sudah pukul 3.55 Ρ.М di jam tanganku. Aku kecepatan 5 menit. Aku berusaha menenangkan diriku supaya tidak gugup.

“Sooyoung..” Panggil seseorang dari belakang. Akupun menoleh, benar, itu adalah suara Lee Joon.

Aku berusaha menyembunyikan rasa takutku,dengan tersenyum, kurasa seharusnya kuhilangkan rasa takut ini.

“Kau sudah lama disini?” Tanyanya.

“Baru saja sampai.” Kataku masih tenang.

“Ada apa kau memanggilku kesini. Kemana lelaki yang semalam hampir kupukul?”.

“Dia tidak ada disini.”

Kuperhatikan ada perban di bagian kepala Lee Joon, apakah dia benar-benar membenturkan kepalanya untuk menebus kesalahannya?

Sadar kalau aku memperhatikan lukanya dia lalu menjelaskan, “ini, luka semalam. Saat aku membenturkan kepalaku. Apa kau senang?”

“Maksudmu?”

“Apa kau senang bisa bersama dengan pria itu? Apa kau senang aku terluka terus?”

“Aku.. Hanya berpikir apa wewenangmu?” Langsung saja kukatakan apa yang ingin kukatakan.

“Aku memang bukan siapa-siapa. Setidaknya pandanglah aku, aku sangat mencintaimu. Kenapa kau malah melirik pria lain?”

“Tapi. Aku. Tidak. Mencintaimu.”
Jawabku dengan lantang.

“Sooyoung kumohon, aku sangat bahagia saat kau bilang ingin bertemu denganku.”

“Aku hanya ingin mengatakan, menjauhlah dari kehidupanku. Kumohon. Aku hanya mengharapkan itu. Aku tidak mencintaimu,dan kau harusnya tau, aku tidak akan pernah mencintaimu.”

“Sedikitpun?” Tanyanya meyakinkan.

“Bahkan setitikpun. Tidak akan pernah.”

“Sooyoung..” Kulihat tatapan matanya, matanya berkaca-kaca, siap mengeluarkan air mata.

“Jangan. Tolong, aku tidak akan luluh dengan air matamu. Kau pantas mendapatkan ini. Kau bukan manusia. Setidaknya kau tidak normal! Kau gila!”
“Kau juga..kau!!!” Aku tidak sanggup melanjutkan kata-kataku.

Kutampar wajah Lee Joon. Dia hanya diam menunduk.

“Tidak seharusnya kau menyakiti seseorang yang kau cintai. Dan orang yang dengan tulus mencintaimu.” Bentakku sambil memukul-mukul badannya. Dia tetap diam.

“Aku sudah selesai berbicara. Aku harap kau bisa pergi jauh-jauh dari kehidupanku. Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi sampai kau benar-benar akan menghilang. Tapi, kumohon, lebih baik aku mati bunuh diri daripada aku terus menerus merasa tertekan.”

“Cukup. Aku akan pergi. Maafkan aku, dan juga terimakasih untuk semuanya, Choi Sooyoung.” Katanya lalu langsung membalikkan badannya, tanpa melihat ke arahku.
Semudah inikah?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*7 tahun kemudian*

Kau sudah jadi wanita yang dewasa sooyoung.

Sudah bisa menentukan pilihanmu, sudah bisa memilih jalan hidupmu sendiri. Bagus sekali!

Hari ini adalah hari pernikahanku. Dengan pria yang kuyakini adalah jodohku dan, tidak akan salah lagi. Dia memang Jodohku.

Seseorang yang sudah sangat bisa melindungiku, membuatku menjadi sedewasa ini, membuatku mengerti arti hidup dan cara-cara untuk menjalaninya dengan baik.

Seseorang yang bisa menjadi segalanya bagiku, sahabat, kakak, orang tua, dan kekasihku.

Seseorang yang mengajariku arti cinta, mencintai dan dicintai yang sesungguhnya.

Seseorang yang, tidak akan pernah luput dari otakku.

Seseorang yang walaupun namanya hanya disebutkan sekali tapi bisa bergema hingga ribuan tahun, dan tidak akan hilang.

Seseorang yang membuatku bisa memenuhi keinginanku untuk menikah pada usia 24 tahun.

Seseorang yang selama ini bersedia menjadi malaikat pelindungku.

“Kau Cho Kyuhyun, apakah engkau bersedia menikahi gadis disampingmu ini, Choi Sooyoung, menemaninya dikala suka maupun duka, dikala sehat maupun sakit. Dan setia membahagiakannya?”

“Ya saya Bersedia.”

“Kau Choi Sooyoung, apakah engkau bersedia menikahi lelaki disampingmu ini, Cho Kyuhyun, menemaninya dikala suka maupun duka, dikala sehat maupun sakit. Dan setia membahagiakannya?”

“Ya saya bersedia.”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Yuhuuuuuuuuuuuuu
Selesai juga, aku sebenernya udh gatau mau bikin lanjutan apa lagi, maap seribu eh 7ribu maap krn 5 bulan sudah baru aku lanjutin lagi nih FF nya, beneran deh kl ada pulsa modem juga aku lanjutin ko, ini aja aku update pake hp, kebayang kan pegelnya ngetik dihp -___-
Tapiiiiii, apa sih yg ngga buat reader-reader tercintaaah :*
Hehe enjoy yaaa😉

Hai semuaaaaaanya, it’s been a long time no see😀
hehehe maap lagi ya aku sangat amat terlambat ada beberapa faktor aku ngaret gini yaaaah nanti kl aku sebutin pasti dikiranya alibi ^^V
intinya, ILOVEYOU❤
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jadi Lee Joon bekerja disini? Aku merutuki diriku sendiri yang mau diajak makan di restoran ini. Seandainya aku tidak menolak untuk pergi kesini pasti sekarang aku tidak akan bertemu dengan Lee Joon.

“Ini pesanannya. Selamat menikmati.” Kata Lee Joon seraya meletakkan makanan pesanan kami diatas meja.

“Sooyoung, semoga kau menikmati makanannya.” Katanya tersenyum.

Aku hanya tersenyum kecut melihatnya dan memakan makananku.

“Kau tidak apa-apa? Kita bisa pindah restoran kalau kau mau.” Kata Kyuhyun.
“Tidak perlu. Makan saja lalu kita pergi dari sini.” Kataku fokus pada makananku. Kyuhyun pun memakan makanannya.

“Maafkan aku ya membawamu ke restoran ini.” KAta Kyuhyun di sela-sela acara makan kami.

“Sudahlah Oppa, tidak apa-apa. Tidak selamanya kita harus menghindar darinya, kita juga tahu Joon itu tidak mudah menyerah, sejauh apapun kita menghindar dia pasti akan menghampiri kita.” Jawabku tenang. Memang benar kan apa yang aku katakan?

“Benar juga, baiklah kalau begitu habis ini kamu mau kemana?” tanyanya.
“Hmm, kemana ya? Harusnya Oppa yang menentukan, yang mengajak kencan hari ini kan Oppa..”

“Enaknya kemana ya?? Taman bermain? Atau kau mau bermain Ice Skating?” tanyanya lagi.
“Ice skating! Ide yang bagus.” Jawabku semangat. “Tapi oppa, aku tidak bisa main Ice Skating.”

“Sebenarnya Oppa juga tidak bisa, nanti kita sama-sama belajar, oke?” usulnya. Baiklah,dari dulu memang aku ingin sekali bermain Ice Skating.

“Hmm baiklah..” KAtaku sambil memakan kembali bubur dihadapanku.

Aku bahagia sekali, dalam bayanganku adalah kami bermain ice skating sambil berpegangan tangan, lalu saat aku jatuh dia membantuku berdiri, atau malah kami akan jatuh bersama-sama. Pasti romantis.

“Ini minumannya Nona. Ini bonus dari kami pada hari ini.” Kata seseorang –Lee Joon— yang menghampiri kami.
“Te..terimakasih.” jawabku terbata.

Perasaanku langsung kalut setiap kali bertemu dengannya.

“Oppa, aku sudah kenyang, apa kita bisa pergi sekarang?” Tanyaku.
“Tapi makananmu belum habis.” Kata Kyuhyun.
“Tolong…” pintaku.
“Baiklah, ayo rapikan barangmu.”

Kyuhyun beranjak pergi untuk ke kasir dan membayar makanan kami. Aku pun menunggu di meja kami sambil celingak-celinguk. Kulihat Lee Joon sedang melayani seorang pelanggan. Dia sangat beda dalam pakaian kerjanya, tidak ada yang tahu kalau dia adalah seseorang yang hamper saja membunuhku. Huh kita memang benar-benar tidak bisa menilai orang dari penampilannya.

“Ayo..” Kata Kyuhyun oppa memanggilku dan mengajak kami meninggalkan tempat itu.
Akupun segera beranjak untuk meninggalkan tempat itu.

“Tunggu!” panggil Lee Joon dan menarik tanganku dari belakang. Sejak kapan dia ada disini?

“A..aapa yang kau lakukan!” bentak Kyuhyun.

“Kau mau kemana?” Tanyanya tidak menghiraukan pertanyaan Kyuhyun.

“a..aku? tentu saja aku mau pergi apa kau kira aku kesini untuk menemuimu?” Jawabku.

“Aku merindukanmu.” Katanya lalu kembali dengan seenaknya memelukku.

“LEPASKAN AKU!! LELAKI BIADAB!” teriakku berusaha melepaskan diri.
“YAA! APA YANG KAU LAKUKAN!” Bentak Kyuhyun dan menyerang Lee Joon dengan kepalan tangannya. Aku segera terlepas dari pelukan Lee Joon. Keributan apa lagi ini?

“Hey ada apa ini?” Tanya seseorang yang sekarang aku tahu dia adalah manager restoran ini.

Aku tidak bisa berkata-kata Lee Joon dan Kyuhyun oppa sedang berkelahi sekarang.

“HENTIKAN!! TOLONG HENTIKAN SEKARANG JUGA!!!” Teriakku sekencang mungkin, berharap mereka mau mendengarkan. Dan ya mereka berhenti dan memandangku.

“aku mohon Hentikan.” Kataku menangis. Kyuhyun langsung bangkit berdiri dan menghampiriku.

“Ayo kita pergi.” Katanya sambil berjalan menuju manager tersebut dan memberikan uang padanya. Kurasa itu uang ganti rugi. Aku hanya memandang Lee Joon dengan sinis. Sedangkan semua orang memandang kearah kami dengan penuh tanda Tanya.

“Maafkan aku.” Kataku ditengah perjalanan. Kyuhyun tidak menjawab.

Kurasa dia masih sangat emosi. Kulihat pipinya merah mungkin seperti ungu. Aku rasa itu bekas pukulan Lee Joon.

Aku langsung mengambil sapu tangan yang ada ditasku dan menuangkan air ke atasnya agar sapu tanganku basah. Lalu ku letakkan di pipinya. Kyuhyun hanya diam saja melihat perlakuanku.
Ya kurasa dia memang benar-benar emosi. Dan aku merasa sangat bersalah.

“Oppa, aku sungguh minta maaf. Seandainya aku tidak…” “CUKUP!!” belum sempat aku menyelesaikan kalimatku Kyuhyun sudah membentakku.

“Sampai kapan kau akan terus menyalahkan dirimu! Bukan saatnya meminta maaf sekarang!” bentaknya.

“Aku…aku hanya merasa ini semua memang terjadi karenaku. Seandainya Oppa tidak mengenalku pasti semua ini tidak akan terjadi. Aku juga tidak akan merepotkan siapapun.” Jawabku.

Kyuhyun meminggirkan mobilnya dan berhenti dipinggir jalan.

“tapi tidak dengan kata maaf semua akan selesai. Jadi percuma kamu meminta maaf sekalipun ternyata kamu yang salah. Kenyataannya kau tidak salah, untuk apa minta maaf? Aku hanya ingin bersama denganmu, maka kita akan saling kuat. Hanya itu.” Katanya tanpa sedikitpun memandang ke arahku.

“Semenjak ada Oppa dikehidupanku, aku hanya membawa petaka dalam hidup Oppa. Aku malu, sedih, merasa bersalah. Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku hanya..” belum selesai aku menyelesaikan kalimatku yang sekarang Kyuhyun meletakkan tangannya dipipiku dengan 2 tangannya. Sekarang aku dan Kyuhyun berpandangan.

“Kau tahu? Aku tidak suka kalau ada seorang perempuan menangis didepanku, karena dia pasti akan terlihat sangat jelek.”

Aku hanya tertawa kecil sambil menyeka air mataku dan mencoba tersenyum.

“Jadi, mau kemana kita sekarang tuan putri?” Tanya Kyuhyun sambil tersenyum dengan sangat manis.
“Kemana saja asal aku bisa bersama denganmu pangeran.” Jawabku mulai membalas gombalannya.

“Apa rencana awal kita ke Skate Ring tetap dijalankan?” Tanyanya. Aku emngangguk dengan semangat.

“Yap! Let’s Go!!” Kataku dan Kyuhyun langsung menginjak gas.

Kami bernyanyi sepanjang perjalanan, ngobrol, dan ya banyak hal yang kami lakukan.

“emm, Oppa, apa kita bisa melupakan kejadian tadi untuk kencan kita hari ini?” Tanyaku ditengah perjalanan.

“Tentu saja. Untuk apa kita mengingat-ingat hal itu? Kalau perlu semua hal yang bersangkutan dengan si brengsek itu kita lupakan semuanya. OK?” Katanya.

Baguslah kalau begitu. Kukira Kyuhyun akan merasa sangat dendam.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kami sampai di Skate Ring dan memnyewa masing-masing sepatu untuk kami sendiri.

“Tunggu disini.” Kata Kyuhyun dan menyuruhku menunggu di bawah pohon disekitar situ. Entahlah dia mau kemana, kurasa ke toilet.

Kringg Kringg..
Ada telepon, dari Yuri.
Halo, Sooyoung?” Sapanya.

“Iya? Ada apa Yuri?” Tanyaku.

Kau ada dimana sekarang?” Tanyanya.

“Aku sedang kencan dengan Kyuhyun Oppa, kenapa?”

Baiklah. Tidak apa-apa aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja.” Kata Yuri dan langsung mematikan sambungan telepon.

Disaat yang sama Kyuhyun datang dan membawa sesuatu, jaket?

“Pakai ini, aku ingat meninggalkan jaket kemarin. Di skate Rink sangat dingin dan lihat bajumu sekarang.” Katanya menyerahkan jaket itu padaku.

Bajuku sekarang sudah pasti akan membuatku merasa menggigil didalam skate rink. Pasti.

Ku ambil dengan segera jaket itu dan kupakai.

“Oppa, lihat.” Kataku mengangkat tanganku untuk menunjukkan betapa panjangnya jaket miliknya. Bahkan celana pendekku sampai tidak terlihat.

“Setidaknya kau akan merasa hangat kan? Ayo.” Katanya lalu menarik tanganku masuk ke dalam skate rink.

Awal masuk ke dalam arena aku benar-benar tidak bisa menyeimbangkan cara berdiriku, bahkan aku tidak bergerak dan hanya berpegangan pada pagar pembatas. Sedangkan Kyuhyun sudah berjalan mengitari tempat ini. Apa yang ada di dalam bayanganku buyar. Tidak ada adegan berpegangan tangan yang romantis.

“Apa kau hanya akan diam disitu?” Tanya Kyuhyun menghampiriku.

Aku hanya mengangguk, entah kenapa anggukanku sangat antusias.

“Ayo.” Katanya lalu mengulurkan tangannya. Aku hanya menggeleng. Bodohnya aku, bukankah ini yang kubayangkan?

“Tenang saja, kau tidak akan jatuh. Pegangan padaku.” Kata Kyuhyun mencoba menenangkan. Aku lalu meraih tangan Kyuhyun dan berjalan dengan ditarik oleh Kyuhyun yang ada didepanku.

Baru ada sekitar 5 meter berjalan aku sudah kembali gemetaran dan merasa tidak seimbang lalu jatuh, posisiku yang berpegangan tangan dengan Kyuhyun membuatku jatuh dengan menarik Kyuhyun yang akhirnya ikut terjatuh juga.

“Apakah kita tidak akan jatuh? hahahaha” sindirku.

“Yaa, lagipula kau ini jatuh malah menarikku. Jatuh sendiri aja dong.” Omel Kyuhyun padaku.

“Hahaha egois sekali kalau aku jatuh sendirian saja.” Kataku lalu kami tertawa, Kyuhyun bangun terlebih dahulu dan membantuku untuk berdiri.

Kami melanjutkan permainan kami di Skate Rink lagi, sampai akhirnya aku bisa lancar berjalan sendiri, walaupun tidak benar-benar dengan kecepatan orang-orang biasanya. Hehe

Setelah bermain cukup lama, Kyuhyun membawa aku ke tengah-tengah lingkaran Skate Rink itu. Kami berdua berdiri ditengah sambil masih berpegangan tangan.

“Kau senang hari ini?” Tanya Kyuhyun Oppa. Aku mengangguk dengan antusias.

“Hari ini hari terbaik yang pernah ada.” Kataku.

“Walaupun tadi pagi aku berkelahi?” Tanyanya lagi.

“Kita sudah berjanji untuk tidak membicarakan ini kan?”

“Hmm, baiklah.” Katanya dan membelai bagian belakang kepalaku. “Aku ingin kau mengingat hari ini sebagai kencan pertama kita, sebagai sepasang kekasih.” Bisiknya sambil memandang wajahku lekat. Aku mengangguk, dan kami berciuman.

Hangat sekali rasanya, walaupun suhu di tempat ini sangat rendah.

Berapapun banyaknya mata yang memandang kami saat ini, aku merasa sangat senang, dan jatuh cinta.

Dalam perjalanan pulang Kyuhyun sudah tidak canggung memanggilku sayang. Akupun terkadang dengan girang memanggilnya sayang.

Aku harap apa yang terjadi sekarang tidak hanya saat kami merasa benar-benar kasmaran. Maksudku ya, aku mau seperti ini terus selamanya.

“Kita mau kemana sekarang?” Tanyaku.

“Entahlah, kau mau kemana? Apa kau suka belanja?” Tanyanya balik.

“Hmm, tidak terlalu. Ah! Game Centre!!” teriakku.

“Ide yang bagus! Oke saatnya kita ke Game Centre!” teriak Kyuhyun juga.

Kamipun segera meluncur ke Game Centre yang ada di pusat Kota.

Aku tahu kalau Kyuhyun itu Maniac Game, dan aku juga menyukai game walaupun tidak semaniac Kyuhyun.
Kami bermain dengan senangnya, sampai tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah 8 malam.

“Oppa, apa kita akan pulang?” Tanyaku pada Kyuhyun yang sedang sibuk dengan mainan pokernya.

“Ah kau mau pulang? Tunggu ya sayang 1 set lagi ya.” Katanya sambil tidak sedikitpun melirikku.

“Tapi daritadi kau juga bilang 1 set lagi kenyataannya ini sudah 5 kali kau bilang 1 set lagi ya. Jadi aku sudah menunggumu bermain 5 set. Bisakah kita pulang? Aku lapar.” Kataku

“Kali ini aku serius, 1 set lagi ya? Ini tanggung kalau ditinggal.” Katanya masih tetap sibuk dengan permainannya. Aku benar2 capek menghadapinya.

“Baiklah, jangan tinggalkan Game ini sayang, tapi aku yang akan meninggalkanmu!” Kataku kesal lalu pergi dari situ.

“SOOYOOOOUNNNNG….” Kudengar Kyuhyun memanggil namaku, tapi aku tetap saja pergi.

Lalu seseorang menarik tanganku, Kyuhyun.

“Maaf maaf maaf maaf, kau lapar? Kita makan yuk? Aku tahu restoran pinggir jalan enak di dekat sini. Bagaimana? Mau ya?” Bujuknya, yaampun lucu sekali dia saat sedang merajuk seperti itu.

“bakso goreng?” Tanyaku.
“Kuanggap setuju!” Katanya lalu menarik tanganku ke arah tempat mobilnya diparkir.

“Yaa, aku kan baru tanya ada bakso gorengnya atau tidak. Kalau tidak ada aku tidak mau makan pokoknya!” ancamku.

“Semuanya ada disana, kau mau apa saja akan kubelikan.” Katanya lalu membukakan pintu untukku.
Melihatnya yang seperti ini, aku berpikir, apakah aku tega kalau mau marah dengannya?

“Hahaha…” Kataku saat Kyuhyun sedang sibuk dengan setirnya.
“Ada apa? Kau kenapa?” Tanyanya.
“Aku tahu oppa masih kalut dengan Game yang tadi.” Ejekku.

“Hmm, yah begitulah, sebenarnya 1 set lagi aku bisa menang. Tapi kau merengek terus.” Balasnya.

“Aku tidak merengek. Lagipula siapa suruh berbohong, aku juga kan lapar baru makan tadi pagi.” Balasku lagi. Kami pun malah jadi beradu argumen.

“mau makan atau tidak?” ancamnya

“Huh bisanya ngancam.” Kataku sambil mencubit lengannya.

“sakit sayaaaaang.” Katanya meringis manja.

“apa? Setelah mengancamku tidak makan sekarang masih bisa panggil aku sayang?” Omelku. Kini pipinya yang jadi sasaran cubitanku.

“sampai kapan kau akan berhenti mencubitku?” Katanya pasrah.
“Sampai kau memberikanku makan. Huahahaha “ tawaku seperti seorang monster.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Makan yang banyak..” Katanya sambil meletakkan 5 tusuk bakso ikan di piringku. Restoran mobil rekomendasinya memang ramai dan makanannya terlihat enak.

“Kau tahu aku senang sekali kencan denganmu.” Katanya saat kami sedang makan. Aku hanya bisa memberikan ekspresiku yang seakan-akan berbicara memangnya—aku—kenapa?

Seakan dia tahu maksud dari ekspresiku dan menjawab, “Karena kamu mau diajak makan di pinggir jalan. Gadis-gadis lain yang ku ajak biasanya menolak untuk kuajak makan di restoran seperti ini dengan berbagai alasan.”

“hahahaha setelah membiarkan aku kelaparan sekarang Oppa mau menceritakan tentang mantan-mantanmu?” Ejekku.

“hhhhh, terserahlah.” Setelah aku melihat caranya meminta maaf yang sangat imut, cara ngambeknyapun sangat imut. Aigoo.

“Jadi Oppa ngambek? Sekarang mau apa? Buka mulutnya….” Kataku memberikan setusuk bakso, berlagak seperti seorang ibu yang sedang menyuapi anaknya makan.
“Tidak mau.” Jawabnya singkat.

“Yaa, Kyuhyun Oppa, kau ini kenapa. Aku juga sangat senang kencan dengan Oppa, karena Oppa orang pertama yang mengajakku kencan!” Kataku memberikan penjelasan.

“Benarkah?” Tanyanya penasaran. Aku mengangguk. “Yang lain selalu kutolak.” Jawabku lagi.

Kyuhyun segera tersenyum dan membuka lebar-lebar mulutnya untuk diberikan bakso. Tapi aku sudah keburu meletakkan bakso itu ke piring.

Tahu kalau tidak akan ada bakso yang dengan sendirinya masuk ke mulutnya, Ia mengambil sendiri bakso itu dan menyuapi dirinya sendiri.

“Huh dasar lelaki.”
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kami pulang dengan keadaan gembira, banyak hal yang terjadi, dan walaupun judulnya ngambek atau apalah, tetap saja aku bahagia sekali hari ini. Sekarang sudah pukul 9 malam dan kami sedang dalam perjalanan menuju rumahku.
mungkin karena begitu lelahnya aku tertidur dalam perjalanan sampai saat mobil Kyuhyun memasuki komplek perumahan tempatku tinggal.

Didepan rumahku kulihat seseorang dengan motornya sedang duduk. Entahlah aku tidak tahu apakah Siwon oppa janjian dengan seseorang. Kyuhyun membelokkan mobilnya untuk bersiap masuk kedalam rumahku. Sebelumnya aku harus turun untuk memencet bel agar orang didalam rumah membukakan gerbang. Saat aku turun, aku sadar kalau orang itu adalah Lee Joon. ~_~

“Sooyoung.. dari mana saja kau? Aku sudah menunggumu disini dari siang.” Katanya memegang tanganku.

“Lepaskan!” Kataku berusaha menarik tanganku dari genggamannya. “Semuanya, bukan urusanmu!”

“Kau jalan dengannya?” Katanya menunjuk Kyuhyun yang masih didalam mobil.

Kyuhyun sedang membuka HP nya dan Ia sama sekali tidak menyadari apa yang terjadi.

“Semuanya, SEMUANYA!! Bukan urusanmu. Dengan siapa aku pergi, apa yang kulakukan, kau tidak berhak tau!” Bentakku padanya.

“Tapi, aku mencintaimu! Tidak bisakah kau melihatku dan mencintaiku juga? Tadi pagi aku kehilangan pekerjaanku! Karena lelaki brengsek itu!” Katanya marah-marah.

“Berkacalah! Siapa yang sebenarnya brengsek!!” BEntakku lagi.

“Kau!” Katanya mendorongku ke arah tembok. Sehingga posisiku benar-benar terpojok.

“LEPASKAN DIA SEKARANG!” Kata Kyuhyun dari arah belakang Lee Joon.
Oh Tidak.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

ngegantung? of course karna aku suka digantung|eh
hehehe maap ya seperti yg aku bilang di awal ff ada beberapa alasan aku gkbisa apdet dengan sangat segerea ^^ tp kl bisa pasti langsung aku update ko hehe🙂
thanksd for anyone who read my FF, GBU!

hai~hai~hai
aku rasa beberapa dari kalian mau bunuh aku ya??hahaha
maap-maap ya kalo terlampau sangat lama buat lanjutannya, yah maapin yah, kan udah mau lebaran nih, harus memaafkan loh😛

MGA part10 full Romantic!
gktau kenapa lagi galauisme jadinya pengen sesuatu yang ROMANTIS
(ʃ˘̩̩̩_˘̩̩̩ƪ) mimpi semata ya hehe
enjoy aja yah, gkbisa menjanjikan kapan next Partnya keluar nih, kita hepi2 aja dulu dengan hubungan aku sm Kyu -salah cep- -_- maksudnya Sooyoung sama Kyu hehe ampun..

Happy Reading😀
*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_
“Kau harus bisa menjadi miliknya atau, malam itu akan terulang. Dia juga bilang, bukan hanya akan memakan 2 korban, mungkin akan bertambah 1 korban. Kau Kyuhyun-ssi.”

“Apa maksudmu Yuri?” Bentakku pada ucapan Yuri. Entah kenapa aku tidak bias menahan emosiku.

“Kau hanya perlu menyerahkan dirimu, aku tau kau pernah menyukainya juga kan? Mengakulah, kau hampir main belakang dengannya!” Balas Yuri membentakku.

Apa-apaan ini.
Bagaimana bisa Yuri berkata begitu terhadapku?

“Hey kalian. Apa kalian siap menjadi artis?” Kata Kyuhyun menenangkan kami berdua. Akibat pertengkaran singkat kami seluruh makhluk hidup di dalam restoran ini memandang kami dengan penuh Tanya.

Mungkin ada yang berspekulasi mengapa aku dan Yuri bisa berkelahi, apakah kami memperebutkan Kyuhyun? Kurasa itu salah satunya.

“Maafkan aku karena jadi terbawa emosi.” Kataku meminta maaf.

Kulihat Yuri hanya buang muka, dan mulai menangis lagi.

“Yuri tolong jangan menangis lagi. Aku tahu mungkin ini semua memang salahku. Tapi jangan terus-terusan memojokkanku. Akupun sedang mencari jalan keluar.” Kataku meraih tangan Yuri dengan tangan kiriku di atas meja.

Tangan kananku digenggam oleh Kyuhyun dibawah meja, diata pahaku. Aku beruntung memiliki Kyuhyun saat ini, karena dengan keberadaannya hatiku selalu merasa lebih tenang.

“Maafkan aku juga Sooyoung. Aku hanya… hanya tak habis pikir. Semua ini terjadi karena keegoisanku juga. Seandainya…seandainya aku tidak pernah mengatakan padamu kalau aku mencintai Joon Oppa, mungkin kau dan dia sudah berpacaran dan, kejadian mengerikan itu hanya akan menjadi catatan kelabu yang tidak pernah di cetak.” Katanya sambil menangis.

Yuri, Yuri.
Kau memang sangat lembut dan lemah. Seandainya aku mempunyai tenaga yang cukup untuk melindungimu setiap saat…

“Sudahlah, ini bukan salahmu. Aku justru akan merasa sangat jahat jika tidak mengetahui siapa orang yang kau cintai.”

“Tidak, aku sudah tidak mencintai dia. Dia hanya mimpi buruk bagiku.” Potong Yuri.

“Aku mengerti. Sekarang tenangkan saja dirimu, biar aku dan Kyuhyun yang mencari jalan keluarnya.” Kataku berusaha menenangkan Yuri, tanpa kusadari aku larut dalam tangis. Keadaan mencekam berubah menjadi keadaan haru.

Aku melihat ke arah Kyuhyun, dia tersenyum dengan sangat manisnya ke arahku. Terimakasih Tuhan kau telah mengirimkan malaikat pelindung yang sempurna ini untukku.
*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*

Aku mengantarkan Yuri sampai kerumahnya.
Tapi tidak sampai masuk, karena Yuri takut Ibunya akan marah jika tahu Yuri pergi menemuiku.
Baiklah aku hargai keputusan Yuri.

*diperjalanan kembali kerumah*
“Kau baik-baik saja?” Tanya Kyuhyun.

“Hem, hari yang berat untukku. Jauh lebih berat disbanding hari-hari yang sudah berlalu.” Kataku merebahkan kepala.

“Kalau kau butuh bantuan, hubungi saja aku.”

“Kyuhyun oppa, terimakasih banyak.” Kataku tersenyum ke arahnya, dia menatapku dan membalas senyumanku.

“Kapan saja kau butuh..”

“dan, maafkan aku Oppa, sudah membawamu masuk kedalam masalah ini.” Ucapku menyesal.

“haaah..” Kyuhyun menghela nafas sejenak. “memang sudah seharusnya hidupku diberi tantangan. Untuk memperebutkan apa yang memang pantas untuk diperebutkan. Kau.”

“Maksudnya?” tanyaku kurang mengerti. Sebenarnya aku mengerti, tapi tidak baik langsung menebak-nebak.

Kyuhyun menepikan mobilnya, dan menatapku lekat-lekat.

“AKu Mencintaimu Sooyoung.”
Katanya dengan lantang.

Tidak ada suara alunan music romantis yang mengiringi, hanya saja aku berpikir, ini sangat romantis.

“lla..lalu?” Hanya itu yang bisa kukeluarkan setelah perasaan syok yang meradang.

Jelas aku kaget, setelah apa yang kualami hari ini, lalu orang yang kusukai, yang dengan sangat tidak sopan sudah ku bawa kedalam masalahku ini. Apa aku masih pantas menerima cinta dari seseorang yang sangat baik padaku ini?

“Lalu?” tanyanya balik.
“Apa ini sebuah pertanyaan?” tanyaku.
“Ini pernyataan yang, ya mungkin akan sangat baik bila disertai jawaban.” Katanya seperti berpikir. Bukankah seharusnya aku yang berpikir?

“Baiklah, mungkin aku akan menjawab…” Kataku pelan. Apakah aku yakin dengan jawaban yang ada dikepalaku ini?
kulihat Kyuhyun menanti jawabanku dengan harap-harap cemas. Satu-satunya penghalang adalah Joon, dan aku tidak boleh takut dengannya.

“Kurasa, aku Juga mencintai Oppa.”

Damn!
Aku berhasil mengatakan kalimat itu dengan mulus. Kau hebat Sooyoung.

Kyuhyun tersenyum sangat lebar. Aku pun ingin sekali tersenyum, hanya saja, malu.

“Terimakasih.” Katanya membelai kepalaku.

“terimakasih Untuk apa?” Tanyaku heran.
“Sudah membuatku bahagia.” Jawabnya Sumringah.
“Kalau begitu aku juga berterimakasih.” Kataku balas tersenyum.
“Untuk apa?” Tanyanya.
“Karena sudah memberikan rasa aman dan cinta yang begitu besar padaku.” Jawabku.

Kulihat Kyuhyun diam dan menatapku lekat-lekat.

Dan mendaratkan ciuman yang kedua dimulutku.
Akupun membalas ciumannya.

Secara teknis ini adalah ciuman ke empatku. Tapi ini ciuman keduaku yang benar-benar manis.

“Baiklah sayang ini sudah terlalu larut, saatnya kita pulang.” Katanya sembari kembali memfokuskan diri pada setir mobil.

Sayang?

“Apa kita berpacaran sekarang?” Tanyaku heran.

“Apakah untuk berpacaran harus dimulai dengan kalimat ‘maukah kau jadi pacarku?’” tanyanya balik.
Benar, kurasa itu cara berpikir seseorang yang sudah dewasa.

“Begitu ya..” Kataku menganggukkan kepala.
“Kau ini sangat lucu, walaupun tidak bisa bersikap imut, lucupun sudah cukup untukku.” KAtanya kembali membelai kepalaku dengan tangan kanannya. (dikorea yang nyetir sebelah kiri kan ya?)

Sungguh aku tidak mengerti kenapa perlakuannya kali ini membuat dadaku berdegup sangat kencang? Apa karena kami baru saja berciuman?

“Yang pasti aku tidak memaksamu untuk menjadi pacarku sekarang. Keadaan yang membuat kita harus bersikap tidak gegabah, benar kan? Tapi kuharap kau memperlihatkan sikap layaknya seorang kekasih jika kau mau menerimaku sebagai kekasihmu.” Katanya melepaskan tangannya dari kepalaku.

“Oppa…” aku membeku. Benar-benar diluar dugaanku, aku tidak pernah menduga kisah cintaku akan serumit ini.
“Aku mengerti perasaanmu Sooyoung, tenanglah, aku tidak memaksa.” Katanya sambil terus tersenyum ke arahku.
*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_

Pukul 22:15
Aarrrgh! Aku tidak bisa tidur!

Apa yang harus aku lakukan, pasti Omma akan sangat marah kalau tahu aku belum tidur.
Apa yang harus kulakukan?

Tring!
Bunyi SMS.

From: Kyuhyun Oppa♥
Tidur yang nyenyak Putri Cantik

Huh seandainya dia tahu aku belum tidur..

To: Kyuhyun Oppa♥
Aku belum Tidur Pangeran Tampan

Send!

Apakah dia akan membalasnya? Jarang sekali aku Mengirimkan SMS padanya, ya kami lebih sering berbicara langsung atau paling tidak Kyuhyun Oppa akan menelponku.
Tidak sampai 2 menit aku sudah menerima balasan SMS.

From: Kyuhyun Oppa♥
Ada apa? Tidak bisa tidur? Tidurlah ini sudah larut malam.

Dia menghawatirkanku!
Hatiku kembali berdebar, aku benar-benar jatuh cinta padanya! Apa yang harus kulakukan kalau sudah begini?

To: Kyuhyun Oppa♥
Sepertinya begitu, entahlah sulit sekali untuk memejamkan mata~

Send!

Tidak lama setelah mengirimkan SMS terakhir untuk Kyuhyun ada telepon masuk, dari Kyuhyun Oppa.

“Hallo..” Sapaku
Ini Sudah malam, cepatlah tidur.” Katanya tanpa membalas sapaanku.
“bagaimana aku bisa tidur, baru saja aku menerima sebuah telepon. Lagipula aku tidak bisa tidur.” Jawabku.
Apa yang harus kulakukan untuk membuatmu tertidur? Tidak baik kalau tidur terlalu malam.” Katanya lagi. Kenapa Kyuhyun jadi mengomeliku?
“Yaa, kenapa sih? Kok aku jadi dimarahi seperti ini?” Tanyaku tak mau kalah.
Siapa yang memarahimu? Ini namanya Khawatir, mengerti.
“Benarkah? Baiklah, kalau kau mau aku tidur, tutup saja teleponnya.” Kali ini giliranku bersikap mengejutkan. Tentu dia belum pernah melihatku ngambek.
Heey, biarkan aku melakukan sesuatu untuk membuat putrid cantikku ini tertidur. Apa yang kau inginkan Putri?” tanyanya berubah lembut.
Mengharukan. Aku tidak pernah diperlakukan seperti ini sebelumnya.
“Bernyanyilah.” Pintaku.
Hmm, baiklah, kau mau aku menyanyikan lagu apa? Barusan aku mendengarkan lagu bagus berjudul Hope is dream that doesn’t sleep. Kau mau aku menyanyikan lagu itu
“aku mendengarkan.” Kataku.

Na oerowododoe neol saenggakhalddaen
Misoga naui eolgule beonjyeo
Na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen
Sarangi nae mam gadeukhi chaewo

Oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman
Himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbun
Ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli
Naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana

Nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
Neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
Dasi ileoseol geoya

Naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul
Himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon
Huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum

Neul naui gyeoteseo geurimjacheoreom
Joyonghi neoneun naegero waseo
Na apahaneunji maeil oerounji
Geuriumeuro neoneun naege danyeoga

Merdu sekali suaranya, sampai tidak kusadari aku sudah terlelap..

*Pagi Hari*

Astaga aku tertidur, benar kan?
Sekarang sudah jam 9 pagi. Untung saja hari ini hari sabtu, sekolah libur.

Seingatku semalam aku sedang dalam sambungan telepon dengan Kyuhyun, dia menyanyikan sebuah lagu untukku.
Aku mencari HP ku yang sudah tertindih dibawah bantal yang kugunakan untuk tidur.

Ada pesan darinya

From: Kyuhyun Oppa♥
Selamat Tidur Putri Tidurku, tidur yang nyenyak ya~
Chu~♥

Huh apa-apaan aku ini, bilangnya tidak bisa tidur, dinyanyikan sebentar saja sudah pulas.
Aku pun dengan cepat membalas SMS itu.

To: Kyuhyun Oppa♥
Selamat Pagi…
Hehehe maafkan aku Oppa semalam aku tertidur, aku baru saja bangun. Bagaimana tidurmu?

Send!

Benar, aku harus bersikap perhatian dong kalau dia memang ingin tahu seberapa dalam rasa cintaku padanya.
Dalam 5 menit aku sudah mendapatkan balasannya.

From: Kyuhyun Oppa♥
Selamat Pagi juga..
Aku sudah bangun jam 6 tadi, ada urusan di kantor ibuku. Tidurku sangat nyenyak, aku bermimpi tentang dirimu loh, mimpi yang sangat indah

Bermimpi tentangku? Mimpi apa? Aku bahkan tidak ingat mimpi apa aku semalam. Tapi malu juga ya, secara logika kan aku tidur lebih dulu darinya, tapi dia bangun lebih dulu dariku.

To: Kyuhyun Oppa♥
Ada masalah apa dengan kantor Ibumu, Oppa? Sekarang Oppa ada dimana? Apa yang terjadi denganku dalam mimpimu? Aku penasaran~

Send!

Apakah aku berlebihan masalah mimpi itu? Tapi sejujurnya aku memang penasaran dengan mimpi Kyuhyun.

From: Kyuhyun Oppa♥
Tidak ada apa-apa hanya sesuatu yang tidak penting..
Aku bermimpi kita menikah, aku rasa itu potongan dari masa depan.
Oh iya, kau akan kemana hari ini? Bagaimana kalau kita kencan hari ini?

KYUHYUN OPPA MENGAJAKKU KENCAN??
Mimpi apa aku semalam (kan lupa sama mimpinya sendiri _…_)
Apa yang harus aku lakukan. Baiklah, itu artinya ini adalah kencan specialmu! Semangat

To: Kyuhyun Oppa♥
Oppa mengajakku kencan? Aku……mau.

Send!

Terlalu Singkat? Aaaah aku bingung mau balas apa lagi!!

From: Kyuhyun Oppa♥
Baiklah, bersiap dalam 1 jam, aku akan menjemputmu. OK?

Apa? 1 Jam? Dan aku belum melakukan apapun?
Saatnya bekerja keras!

1 Jam kemudian.
Selesai!
Aku rasa hari ini aku, lumayan, cantik.

Aku hanya menggunakan kaos T-Shirt yang sudah agak longgar, dengan tank top didalamnya, dan Rok Jeans pendek diatas lutut, dengan Sepatu Converse kesayanganku yang sudah sangat dekil rasanya.

Entah kenapa aku justru pede dengan tampilan seperti ini, benar kata pepatah ‘Just Be YourSelf’
Aku mendengar bunyi telepon dari HP ku diatas Meja kecil disamping kasur.

Dari Kyuhyun.
Hallo, apa kau sudah siap?” Tanyanya
“Tentu, Oppa dimana sekarang?” Tanyaku.
Sejujurnya aku ada dihatimu.. tapi letak persisku ada didepan pintu rumahmu, bisa kau bukakan?” Katanya.
“Oppa kau gombal sekali. Aku sedang dalam perjalananku menuju pintu depan.” Kataku sambil berjalan.
Baiklah aku menunggu.” Katanya lalu memutuskan sambungan telepon.
Hari ini Omma tidak ada dirumah karena ada jadwal senam Kebugaran bersama di tempatnya melakukan Senam Yoga.
Aku membukakan pintu dan melihat seseorang yang kunantikan didepan pintuku.
Kyuhyun Oppa menggunakan T-Shirt Biru muda hanya saja gambarnya terlalu vulgar menurutku, dengan celana panjang jeans Hitam, dan seperti biasa jam yang tidak pernah lupa. Tapi yang membuatnya special adalah, hari ini Kyuhyun mengenakan Topi dan kacamata Hitam.

“Selamat pagi.” Sapanya padaku yang masih terkagum melihat Stylenya pagi ini.
“Bagaimana tampilanku?” Tanyanya padaku.
“Sempurna.” Hanya itu kata yang bisa keluar dari bibirku, Kyuhyun memang tampak sempurna hari ini.
Aku jadi ragu apakah aku bisa menjadi kekasihnya? Dia sangat tampan,pasti banyak gadis yang menyukainya.
“Kau juga kelihatan sangat cantik.” Pujinya padaku.
“oo..ooppa. apa kau mau masuk dulu?” Tanyaku yang tidak bisa berkata-kata.
“Ide yang bagus, aku ingin bertemu dengan Siwon. Setidaknya aku harus minta ijin padanya kan?” Katanya tersenyum. Aku bisa menebak hobi baru Kyuhyun: Tersenyum.
Aku mempersilahkan Kyuhyun masuk dan duduk di ruang tamu.
“Sebentar ya Oppa, aku panggilkan Siwon Oppa dulu.” Pamitku.
Akupun segera memanggilkan Siwon Oppa yang sedang dikamarnya membaca buku.
“Oppa, ada Kyuhyun Oppa dibawah. Dia ingin bertemu denganmu.” Kataku saat masuk kedalam kamarnya.
“Kyuhyun? Apa yang dia lakukan disini?” Tanyanya heran. Aku berpura-pura tidak tahu.
“Entahlah cepat turun sana.” Perintahku. Siwon Oppa segera bangun dari posisinya dan bangkit menuju pintu, lalu dia berhenti dihadapanku.
“Kau akan pergi kencan kan?” Katanya menyelidik.
“Aku harus kekamar.” Kataku kabur.
*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_
“Aku titip Sooyoung ya, awas kalau kau tidak membawanya pulang tidak lengkap. Harus sama seperti sekarang.” KAta Siwon Oppa saat kami sudah mau berangkat.
“Tenang saja, Dia aman bersamaku.” Jawab Kyuhyun oppa.
Aku tersenyum mendengarnya.

*diperjalanan*

“Oppa, mau kemana kita hari ini?” Tanyaku memulai pembicaraan.
“Makan.” JAwabnya singkat.
“Makan? Kau mengajakku kencan hanya untuk makan?” Tanyaku heran.
“Bukan, kau pasti belum sarapan kan? Lihat badanmu kurus sekali, kau harus banyak makan.” Jawabnya beralasan. Apa dia tidak tahu kalau aku ini makannya banyak? Sebanyak apapun aku makan, tetap saja badanku seperti ini. Huuuuh

“Huuuuh, makanku banyak loh.” Kataku mencibir.
“Aku tau itu.” JAwabnya singkat lagi.
“Hah? Kau tahu dari mana oppa?” Tanyaku kaget.
“Menurutmu?”
“Siwon Oppa! Dia memang tidak bisa menjaga rahasia.” Omelku pelan.

“hahaha Aku suka gadis Shiksin.” Kata Kyuhyun tertawa.
Aku hanya membuang muka ke arah jendela.

Setelah setengah jam perjalanan, kami sampai di restoran bubur terkenal di daerah Apgujong.

“Selamat Siang, mau pesan apa?” Kata seorang pelayan menghampiri meja kami.
Suara yang tidak asing bagiku. Aku pun menoleh memastikan siapakah pelayan itu.
Lee Joon.

~TBC~

ngegantung?
SO PASTI!!!
hahaha karena aku suka bikin orang jadi penasaran..hahahaha
ampun DJ!! -_______-
maap ya baru segini, aku usahain secepat mungkin part 11 rilis ya, nantikan saja kehadiranku lagi..HAHAHA
saya Admin Ncep pamit Undur diri, Gamsahamnidaaaa~~

Calendar Kpop

September 2016
S S R K J S M
« Jul    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Twitter

%d blogger menyukai ini: